Anak Muda Bawa Cerita Rakyat Jogja ke Persoalan Kekinian
Cerita rakyat di Jogja tak berhenti sebagai kisah lama yang diwariskan dari generasi ke generasi
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Awan mendung menggantung di atas langit di kawasan Alun-alun Selatan Yogyakarta, Senin (16/12/2014). Potensi hujan yang terus terjadi menjadikan wisatawan yang berkunjung ke tempat yang terkenal dengan tradisi masuk di antara kedua pohon beringin itu berkurang.
Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY, memprediksi musim hujan di sebagian besar wilayah DIY akan terjadi akhir Oktober mendatang
Harianjogja.com, JOGJA- Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY, memprediksi musim hujan di sebagian besar wilayah DIY akan terjadi akhir Oktober mendatang. Saat ini memasuki musim pancaroba atau transisi dari musim dari kemarau ke musim hujan.
Selama musim pancaroba, masyarakat diminta waspada karena bakal terjadi hujan dengan intensitas sedang sampai lebat selama beberapa hari ke depan dengan kisaran 10-30 milimeter.
"Hujan dengan intensitas sedang-lebat dapat terjadi terutama di siang dan sore hari," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi stasiun Klimatologi, BMKG DIY, Djoko Budiono, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Senin (25/9).
Musim hujan dengan intensitas sedang ini baru terjadi di beberapa wilayah Sleman, Kulonprogo bagian utara, dan Kota Jogja, karena itu disebut hujan lokal. Hujan akan bergeser ke wilayah Selatan pada akhir Oktober. Khusus wilayah Gunungkidul hujan baru akan turun di kisaran awal November.
Meski sudah mulai hujan, kata Djoko, kondisi suhu masih tetap panas. Namun panas masih dalam batas normal pada kisaran 32-34 derajat selsius. Hal itu karena matahari berada disekitar Equator atau disebut Equinox, sehingga banyak pengaruhnya, terutama wilayah-wilayah yang memang terletak di sekitar garis khatulistiwa, seperti DIY. Kondisi tersebut menyebabkan suhu udara dirasakan panas.
"Untuk wilayah Jogja sendiri matahari akan lebih dekat dengan wilayah DIY nanti di bulan oktober, sehingga suhu udara di Jogja umumnya suhu panas maksimum bulan oktober lebih besar dari bulan September," jelas Djoko.
Posisi matahari akan terus bergerak ke arah Selatan Australia samai pertengahan Oktober, dengan demikian di DIY masuk musim hujan yang merata sampai November mendatang di sejumlah wilayah DiY.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Agus Winarto mengatakan instansinya sudah mempersiapkan untuk menghadapi musim penghujan baik dari sisi personel mau pun peralatan. "Kami pastikan kamera pemantau dan early warning system sudah berfungsi baik," kata dia.
Kamera pemantau atau CCTV yang dipasang di beberapa titik bantaran sungai untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan debit air, sehingga masyarakat bisa lebih waspada mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu debit air sungai naik.
Selain itu, Agus juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan pada masa pancaroba ini mengingat terjadinya perbedaan suhu antara siang dan malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cerita rakyat di Jogja tak berhenti sebagai kisah lama yang diwariskan dari generasi ke generasi
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
DPRD Sleman mendorong program Rumah Ibadah Ramah Anak untuk memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembentukan karakter generasi muda.