Jadwal Puasa Arafah 2026, Lengkap Niat dan Keutamaannya
Simak jadwal Puasa Arafah 2026 lengkap dengan niat, keutamaan, dan penjelasan sunnah jelang Iduladha.
Tim TRC BPBD Sleman mengevakuasi material longsoran dan pohon tumbang di Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Senin (9/10/2017). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Bencana longsor dan pohon tumbang terjadi di Sleman.
Harianjogja.com, SLEMAN-- Akibat hujan yang turun pada Senin (9/10/2017) dini hari, tiga pohon akasia di Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan tumbang. Tidak ada korban dalam peristiwa itu.Pemerintah meminta masyarakat wapada memasuki musim hujan.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwa menyatakan, pohon-pohon itu tumbang akibat tebing di sekitar lokasi yang longsor. Tinggi tebing yang longsor lima meter dengan panjang tiga meter. "Ini skalanya kecil, tapi tetap perlu diwaspadai. Diameter akasianya 20 sentimeter," katanya Senin (9/10/2017).
Petugas Tim Rekasi Cepat (TRC) BPBD Sleman bersama warga telah mengevakuasi kawasan longsor, sebab, material longsor sempat menutup akses jalan menuju bungker Kaliadem, Cangkringan. Selain tiga pepohonan di lokasi tersebut, petugas juga membersihkan rumpunan bambu yang ikut longsor.
Pada Sabtu (7/10/2017) dan Minggu (8/10/2017) hujan yang turun di sebagian wilayah Sleman berdampak pada longsoran di beberapa lokasi. Di Perumahan Gria Taman Asri (GTA) Pandowoharjo Ngaglik, sebuah tanggul di Blok G dan H longsor. Tanggul yang longsor sepanjang 11 meter, setinggi tiga meter dengan ketebalan dua meter. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (8/10/2017) sekitar pukul 19.00 WIB.
"Kejadian itu akibat penyempitan sungai. Sudah ditangani tim TRC termasuk pembersihan pohon yang melintang di sungai," katanya.
Terpisah, Krisna Setya, warga Kutu Dukuh, Sinduadi Mlati mengatakan, hujan deras yang terjadi pada Sabtu (7/10/2017) menyebabkan longsor pada tanggul Kali Buntung di lokasi tersebut semakin parah. Menurutnya, longsor di talut tersebut sudah terjadi sejak Maret lalu. Ia sudah melaporkan kejadian itu mulai dari RT hingga kecamatan. Namun sampai saat ini belum ada tindakan nyata untuk memperbaiki talut tersebut.
"Maret lalu hanya diberi terpal oleh TRC BPBD. Sabtu (7/10/2017), talut itu longsor lagi akibat hujan," ujarnya. Dia berharap agar Dinas terkait untuk segera memperbaiki talut tersebut. Sebab dikhawatirkan kondisi talut semakin rusak karena hujan sudah turun hampir setiap hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak jadwal Puasa Arafah 2026 lengkap dengan niat, keutamaan, dan penjelasan sunnah jelang Iduladha.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.