Ratusan Pemuda Kota Magelang Dibekali Jadi Penggerak Potensi Daerah
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Tim PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) PLN Area Jogja kembali melakukan pekerjaan tanpa memadamkan aliran listrik, Selasa (23/8/2016). (Foto istimewa)
Warga di Kulonprogo sebaiknya bersiap untuk menghadapi menurunan tegangan listrik
Harianjogja.com, KULONPROGO- Warga di Kulonprogo sebaiknya bersiap untuk menghadapi menurunan tegangan listrik. Hal ini menyusul adanya pengumuman dari PT PLN (Persero) Area Yogyakarta yang berisi informasi tersebut.
Informasi yang diterima Harianjogja.com menyebutkan bahwa akan ada penurunan tegangan listrik di wilayah Kulonprogo mulai 26 Oktober hingga 07 November 2017. Informasi itu ditandatangani oleh Bambang Eko H, Asman Jaringan Distribusi PT PLN (Persero) Area Yogyakarta.
Berikut isi pengumuman tersebut:
Penurunan Kualitas Tegangan di Kabupaten Kulonprogo
PT PLN (Persero) Area Yogyakarta dan PLN Rayon Wates menginformasikan kepada pelanggan di seluruh Kabupaten Kulonprogo bahwa dari tanggal 26 Oktober hingga 07 November 2017 akan berdampak/ mengalami penurunan tegangan listrik mulai Pukul 08.00 sd. 17.00 WIB dikarenakan adanya pemindahan beban feeder agar listrik tetap menyala namun dengan kualitas tegangan menurun.
sehubungan dengan adanya permohonan PT PLN (Persero) APP Transmisi Bagian Tengang dengan perihal pembebasan tegangan pada trafo I 60 MVA dan Trafo II 30 MVA Gardu Induk (GI) Wates dalam rangka penambahan dan uprating busbar GI 150 KV Wates.
Dimana juga sebelumnya pada tanggal 21 – 25 Oktober 2017 telah dilaksanakan pemindahan beban feeder (Kabel Penghubung antar jaringan listrik tegangan 20kV) WT1, WT2, WT3, WT4, WT5, & WT, 6 yang meliputi wilayah se-kabupaten kulon progo. Dan dalam pelaksanakan belum dapat selesai sehingga membutuhkan waktu lebih. APP Transmisi Bagian Tengah (GI Wates) mengajukan perpanjangan waktu kembali untuk pembebasan tegangan pada GI Wates, dan perlu diketahui bahwa semua penyulang / support tegangan WT 1 – 6 yang dimaksud merupakan pemasok tegangan listrik di seluruh Kabupaten Kulonprogo.
Dengan demikian kami dari PT PLN (Persero) Area Yogyakarta dan PLN Rayon Wates menginformasikan kepada pelanggan di seluruh Kabupaten Kulonprogo bahwa dari tanggal 26 Oktober hingga 07 November 2017 akan berdampak/ mengalami penurunan tegangan listrik mulai Pukul 08.00 sd. 17.00 WIB dikarenakan adanya pemindahan beban feeder agar listrik tetap menyala namun dengan kualitas tegangan menurun.
Kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dari pelayanan kami sehingga aliran listrik di tempat anda mengalami penurunan tegangan sementara waktu, kami mohon dapat dimaklumi, dan jika pelanggan dan masyarakat mengalami gangguan listrik atau menginginkan layanan 24 jam dari PLN silahkan dapat menghubungi media kami pada Contact Center PLN 123 di Telepon : 123 atau HP : (kode area + 123) dengan email : [email protected] dapat juga mengunduh aplikasi android pada play store dengan keyword “ PLN Mobile”
Salah satu warga di Wates, Febri mengaku listrik di rumah indekosnya sering berkedip beberapa hari terakhir. "Oh, jadi ini penyebabnya," katanya setelah mengetahui informasi dari PLN tersebut, Kamis (26/10/2017).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
The Longest Wait merangkum dua tahun perjalanan Timnas Indonesia melalui ratusan jam rekaman yang disunting menjadi film berdurasi 90–100 menit.
Ellenka Barista Festival 2026 digelar di Jakarta pada 29 Oktober–1 November, diikuti 28 barista untuk mendorong inovasi industri kopi.
Sebanyak 64 orang dilaporkan hilang setelah tabrakan kereta di Spanyol. Kecelakaan tersebut menewaskan sedikitnya 68 orang.
Kadin berharap ketegangan RI-Singapura mereda usai pertemuan Prabowo dan Vivian Balakrishnan demi menjaga iklim investasi Indonesia.
Fenomena selebcat di tempat umum bisa meningkatkan kepedulian, tetapi interaksi berlebihan berisiko membuat kucing stres dan takut.