IPI Berencana Menggelar Fun Trip 2018 di Kulonprogo

Rima Sekarani
Rima Sekarani Jum'at, 27 Oktober 2017 18:55 WIB
IPI Berencana Menggelar Fun Trip 2018 di Kulonprogo

Seorang pengunjung Kalibiru berfoto di salah satu wahana obyek wisata alam Kalibiru, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo, Jumat (8/7/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)

Insan Pariwisata Indonesia (IPI) berencana menggelar Fun Trip 2018 di wilayah Kulonprogo

Harianjogja.com, KULONPROGO- Insan Pariwisata Indonesia (IPI) berencana menggelar Fun Trip 2018 di wilayah Kulonprogo. Mereka akan menjelajahi beberapa obyek wisata unggulan Kulonprogo sehingga bisa ikut mempromosikannya kepada masyarakat luas.

IPI merupakan komunitas yang beranggotakan para pegiat pariwisata, seperti agen travel, pengelola transportasi, dan pemandu wisata. Mereka berkumpul bersama untuk mengangkat potensi wisata di DIY.

Beberapa waktu, komitmen itu ditunjukkan dengan mengadakan Fun Trip 2017 di wilayah Kabupaten Sleman. Mereka lalu berencana kembali menyelenggarakan acara serupa di Kulonprogo tahun depan. “Kami akan mengundang travel agent, baik dari Indonesia maupun negara tetangga,” kata Ketua IPI, Pradianto Datu Jatmiko, Kamis (26/10/2017).

Pradianto mengungkapkan, Fun Trip 2018 rencana dilaksanakan selama tiga hari pada Februari 2018. Saat ini, IPI masih terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kulonprogo, termasuk soal obyek wisata apa saja yang sebaiknya dikunjungi.

Pradianto lalu berharap Fun Trip 2018 dapat turut berperan dalam upaya pengembangan sektor pariwisata di Kulonprogo. Dia yakin para peserta akan dengan senang hati mempromosikan obyek wisata yang dikunjungi nantinya. “Gencarnya promosi wisata menjadi hal wajib untuk meningkatkan angka kunjungan wisata,” ujar dia.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo menyambut baik adanya Fun Trip 2018. Dia pun berharap kegiatan tersebut benar-benar bisa membuat pariwisata Kulonprogo semakin populer dan diminati, baik oleh wisatawan domestik maupun asing.

Hasto lalu menyarankan IPI mengungjungi berbagai obyek wisata alam di kawasan perbukitan menoreh. Menurut, banyak hal yang bisa dieksplorasi, baik itu keindahan alam maupun budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar. “Kegiatan seperti ini akan mampu memberikan dampak positif pada industri wisata di Kulonprogo,” ucap Hasto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online