Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Progres pembangunan Pasar Bendungan tahap pertama telah mencapai sekitar 70%
Harianjogja.com, KULONPROGO-Progres pembangunan Pasar Bendungan tahap pertama telah mencapai sekitar 70% pada awal November ini. Proyek itu diharapkan selesai tepat waktu agar para pedagang tidak perlu menempati pasar darurat terlalu lama.
Pasar Bendungan mengalami kerusakan berat akibat kebakaran pada April 2016 lalu. Pasar rakyat tersebut kemudian dibangun kembali dengan anggaran sebesar Rp21,417 miliar sejak akhir April 2017.
“Deadline tanggal 21 Desember. Ini sudah November. Waktunya tinggal 1,5 bulan,” kata Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, usai meninjau pembangunan Pasar Bendungan, Wates, Selasa (7/11/2017).
Hasto mengaku lumayan puas setelah melihat progres pembangunan di lapangan. Hanya saja, dia memberikan catatan khusus terhadap kondisi penerangan dan kelancaran aliran udara pada bangunan lantai pertama. Dia juga mengingatkan kontraktor agar tidak lupa dengan fasilitas bagi penyandang disabilitas berupa ram atau bidang miring pengganti tangga.
Hasto lalu berharap pengerjaan pembangunan Pasar Bendungan tahap pertama bisa selesai sesuai target, yaitu dalam 240 hari kalender. Dengan begitu, pihaknya bisa beranjak ke tahap kedua pada 2018 mendatang.
Anggaran sebesar Rp4 miliar telah disiapkan, termasuk untuk membangun sejumlah fasilitas pendukung seperti ruang kantor pengelola pasar, jalan, maupun jalur pedestrian.
Skenario pemindahan pedagang dari pasar darurat akan dipikirkan saat pembangunan tahap kedua berjalan. Hasto mengungkapkan, pembangunan pasar baru sebenarnya ditargetkan tuntas paling lambat akhir 2018.
Meski begitu, dia mengharapkan adanya percepatan sehingga pedagang sudah bisa kembali pada pertengahan tahun depan. “Kalau mau difungsikan, paling utama jalan harus selesai dulu. Jadi nanti tahun depan segera lelang dan jalan diselesaikan secepatnya,” ujar Hasto.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kulonprogo, Niken Probo Laras juga berharap pembangunan tahap pertama bisa selesai pada pekan ketiga Desember besok. Di sisi lain, pengawasan juga dilakukan agar bangunan yang didirikan benar-benar memenuhi semua spesifikasi.
Pihaknya akan meminta perbaikan jika ditemukan adanya kekurangan pada bagian tertentu selama masa pemeliharaan, yakni paska provisional hand over (PHO) atau serah terima pekerjaan pertama.
Soal pemindahan pedagang ke bangunan baru, Niken menyatakan belum ada keputusan apapun. Hal itu bakal dibahas ketika pembangunan setidaknya sudah memasuki tahap penyelesaian akhir, termasuk apakah bisa dilaksanakan secara bertahap atau harus serentak. “Nanti kita lihat situasinya. Kalau sebaiknya bareng, ya bareng saja,” ucap Niken.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Kelurahan Keparakan menggelar pelatihan menulis aksara Jawa untuk melestarikan budaya dan menarik minat generasi muda di Jogja.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Kulonprogo siapkan program Kampung Redam untuk mencegah konflik horizontal. Lima kalurahan disiapkan menjadi proyek percontohan.
Kejagung menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi IUP PT QSS terkait dugaan ekspor bauksit ilegal di Kalimantan Barat.