Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi longsor (JIBI/Dok)
Ada lima kepala keluarga yang terancam longsor susulan
Harianjogja.com, JOGJA-Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, sudah menyiapkan tempat pengungsian sementara untuk warga yang tinggal di bawah tebing rawan longor di wilayah RT 02 RW 01, Kampung Terban. Lokasi pengusngian di Balai RW setempat.
Lurah Terban Anif Luhur Kurniawan mencatat, ada lima kepala keluarga yang terancam longsor susulan di lokasi bekas longsor awal tahun lalu. "Kami sudah minta jika terjadi hujan deras terus-menerus supaya mengungsi ke Balai RW," kata dia saat dihubungi Selasa (14/11/2017).
Anif mengaku tebing yang longsor pada Maret lalu itu hingga kini belum diperbaiki sehingga kondisinya sangat membahayakan jika tertimpa hujan terus menerus. Untuk meminimalkan korban jiwa jika terjadi bencana, pihaknya juga sudah membentuk kampung tangguh bencana (KTB) di wilayah RW 01. Kader KTB pun sudah dilatih dalam menangani bencana sesuai prosedur, termasuk bagaimana bertindak jika terjadi bencana.
Sementar itu, Jumadi Yanto, salah seorang warga yang rumahnya berada tepat di bawah tebing bekas longsor Terban mengakui belum ada permintaah untuk mengungsi segera dari kelurahan, melainkan baru imbauan. Sampai kemarin ia bersama warga lainnya masih tetap bertahan tinggal di rumah. "Kalau mengungsi siapa yang bertanggung jawab kebutuhan kami sehari-hari," kata dia.
Ia menyadari ancaman bahaya longsor susulan dari atas tebing rumahnya. Namun, ia tidak memiliki pilihan tempat tinggal lain, kecuali bertahan. Jumadi akan mematuhi instruksi pemerintah termasuk permintaan mengungsi jika sudah ada jaminan.
Sejauh ini Jumadi mengaku belum ada longsor susulan seja beberapa bulan terakhir. Longsor susulan yang dia rasakan saat awal musim hujan lalu, tetapi hanya material batu-batu kecil disertai tanah yang jatuh dari atas tebing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.