Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Logo Gunungkidul.
Turunnya alokasi anggaran akan berdampak terhadap program kegiatan yang dimiliki desa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sejumlah Desa di Gunungkidul pusing terkait turunnya alokasi dana desa 2018 untuk Gunungkidul dari pemeritah pusat. Pasalnya, dengan turunnya pagu anggaran akan berdampak terhadap program kegiatan yang dimiliki.
Salah satu keluhan disuarakan Kepala Desa Pacarejo, Semanu Suhadi. Menurut dia, secara resmi belum mendapatkan kabar terkait dengan turunnya pagu dana desa 2018. “Yang jelas kalau informasi ini [turunnya dana desa] benar, kami akan pusing. Salah satunya, kami harus melakukan proses revisi terhadap Rencana Kegiatan Pemerintah Desa [RKPDes] yang telah selesai disusun,” katanya kepada Harian Jogja, Senin (20/11/2017).
http://m.harianjogja.com/?p=870351">Baca juga : Dana Desa Gunungkidul 2018 Turun Rp14 Miliar
Menurut dia, proses revisi RKPDes 2018 hanya salah satu dampak karena turunnya anggaran dana desa akan berpengaruh terhadap program kegiatan di desa. “Otomatis kami harus menyesuaikan dengan alokasi yang diberikan. Jadi, untuk pelaksanaan, kami juga harus membuat perencanaan yang matang sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan Kepala Desa Bendung Semin Didik Rubianto. Meski belum mendapatkan informasi secara resmi, dia mengaku menyayangkan adanya pagu dana desa mengalami penurunan untuk 2018. “Harusnya naik terus, kok ini malah turun,” kata Didik melalui sambungan telepon.
http://m.harianjogja.com/?p=870352">Baca juga : Penurunan Dana Desa Gunungkidul Belum Disosialisasikan
Menurut dia, jika alokasi benar-benar turun maka Pemerintah Desa Bendung harus mengatur ulang program kegiatan yang direncanakan di tahun depan. Salah satu contoh, kata Didik, pihaknya sudah merencanakan menaikkan insentif guru PAUD dari Rp100.000 per bulan menjadi Rp125.000 atau wacana menaikkan honor petugas posyandu dari Rp30.000 per bulan menjadi Rp45.000.
Hal itu terpaksa harus dikaji ulang. Langkah ini diambil dengan tujuan agar porsi anggaran yang dimiliki dapat sesuai dengan pagu yang diberikan. “Untuk perencanaan, kami masih mengacu pada alokasi anggaran yang lain. Tapi kalau turun, maka kami harus mengubah karena penurunan akan berdamak terhadap pagu dana desa di Bendung,” tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.