Anggaran Pendidikan Jogja Lebih Besar untuk Gaji

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jum'at, 24 November 2017 23:20 WIB
Anggaran Pendidikan Jogja Lebih Besar untuk Gaji

Ilustasi pendidikan (JIBI/Dok)

Selain gaji, anggaran pendidikan juga diperuntukkan sertifikasi guru pegawai negeri sipil

Harianjogja.com, JOGJA-Alokasi anggaran pendidikan di Jogja tahun depan mendapat porsi terbesar, yakni mencapai 24,34% dari total belanja daerah Rp418,3 miliar.

Adapun total belanja daerah Rp1,7 triliun. Namun, anggaran pendidikan tersebut sebagian besar digunakan untuk gaji, pegawai, guru berikut dan tunjangan sertifikasi profesi. “Lebih dari 50 persennya memang untuk belanja tidak langsung [gaji guru dan tunjangan profesi],” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Jogja Budi Asrori, Kamis (23/11/2017).

Budi tidak menyebut berapa angkanya, tetapi ia memastikan hampir tiap tahun gaji pegawai dan guru yang paling banyak menyerap anggaran. Budi menyebutkan, pegawai dan guru di Dinas Pendidikan paling banyak dari organisasi perangkat daerah lainnya. Jumlahnya mencapai sekitar 2.400.

Selain gaji, anggaran pendidikan juga diperuntukkan sertifikasi guru pegawai negeri sipil. Jika dihitung 50 persen saja, maka anggaran pendidikan untuk pegawai dan guru mencapai sekitar Rp209 miliar. Dari jumlah tersebut sekitar Rp88 miliar khusus untuk sertifikasi guru pegawai negeri sipil (PNS).

Selebihnya, anggaran terbesar untuk belanja langsung seperti hibah adalah bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) untuk SD dan SMP negeri dan swasta Rp60 miliar. Kemudian, bantuan jaminan pendidikan daerah (JPD) sekitar Rp30 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online