Houthi Serang Kilang Minyak Aramco, Arab Saudi Hadapi Ancaman Baru
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
UPN Veteran Yogyakarta (IST UPN Veteran)
Pembentukan Menwa Cyber itu tak lepas dari banyaknya permasalahan di dunia maya
Harianjogja.com, SLEMAN-Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogja membentu Resimen Mahasiswa (Menwa) Cyber yang berasal dari perwakilan berbagai fakultas di kampus tersebut. Mahasiswa yang direkrut harus memenuhi kriteria tertentu.
Rektor UPN Veteran Jogja Profesor Sari Bahagiarti menjelaskan, mahasiswa yang direkrut menjadi anggota Menwa Cyber merupakan mahasiswa yang memiliki minat dan kemampuan di bidang penggunaan teknologi informasi. Pada tahap awal mereka diberikan sejumlah materi workshop, antara lain workshop iOS and android forensic, dan workshop security assessment.
Karena masih embrio, jumlahnya masih terbatas dan akan terus dikembangkan. "Mereka adalah para mahasiswa yang menguasai teknologi informasi dan komunikasi," ujar dia kepada Harian Jogja, Selasa (28/11/2017).
Ia menambahkan, pembentukan Menwa Cyber itu tak lepas dari banyaknya permasalahan di dunia maya. Mulai dari penyalahgunaan pesan singkat, penipuan, plagiarisme, ancaman, pembajakan akun hingga ke sektor perbankan dan perdagangan.
Pada sektor pertahanan, ancaman dapat berupa pemanfaatan cyberspace untuk kegiatan radikalisme, terorisme hingga aktivitas cuci otak yang dapat mengancam NKRI. Guna mengantisipasi perang jenis itu, maka di era informasi saat ini dikenal dengan istilah peran modern sehingga diperlukan kolaborasi dari berbagai intansi tak terkecuali perguruan tinggi.
http://m.harianjogja.com/?p=873501">Baca juga : UPN Bentuk Menwa Cyber Tangkal Ancaman Dunia Maya
Adapun pembentuk Menwa Cyber itu bersamaan dengan Seminar bertajuk Menjaga Keamanan dan Menghadapi Cyber Warfare untuk Memperkokoh Kedaulatan NKRI. Ketua Panitia Seminar Frans Richard Kodong menjelaskan, seminar itu untuk mendorong generasi muda untuk berkontribusi secara positif dalam hal keamanan siber.
Padahal keamanan siber ini merupakan hal yang kompleks dan membutuhkan keterlibatan multistakeholder mulai dari pemerintah, industri, praktisi hingga akademisi dan masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam suatu perang semesta di dunia siber merupakan hal yang mutlak dan tak terhindarkan.
"Dalam hal hacker atau peretas kadang salah mempersepsikan mereka sebagai kegiatan negatif padahal ada yang mengistilahkan white hat hacker atau hacker yang baik. Satu yang perlu diingat, hacker yang patriot akan menjaga nama baik bangsa dan akan siap membela negara saat dibutuhkan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Prabowo resmi umumkan proyek Giant Sea Wall sepanjang 575 km dari Banten-Gresik. Butuh waktu 15-20 tahun, lindungi 50 juta warga. Indonesia belajar dari Belanda
Elkan Baggott resmi masuk skuad Millwall untuk Championship 2026/2027. Bek Timnas Indonesia akan mengenakan nomor punggung 12 usai direkrut dari Ipswich Town.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan Marc Marquez dan Ducati masih menjadi ancaman besar dalam perebutan gelar MotoGP 2026 meski Jorge Martin memimpin k
Media Vietnam Soha menyoroti kemerosotan karier pemain naturalisasi Timnas Indonesia usai meninggalkan Eropa. Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, hingga Marselino
Pameran Fotografi Rana Budaya #4 bertajuk FYP (For Your People) di TBY, Kota Jogja, yang telah dibuka pada Jumat (14/8/2026) sore hingga 23 Agustus mendatang