Warga Gunungkidul Jangan Khawatirkan Kelangkaan Gas, Ini Antisipasi yang Dilakukan Pemkab
Elpiji bersubsidi yang selama ini didistribusikan dalam kemasan tabung kapasitas 3 kg atau lazim disebut gas melon langka di sebagian wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pemerintah daerah setempat menduga kelangkaan epliji 3 kg dalam tiga pekan terakhir ini disebabkan tingginya konsumsi warga saat Iduladha 2017. Menyadari kesulitan warga pengguna elpiji bersubsidi dalam mendapatkan bahan kebutuhan pokok mereka tersebut, Pemkab Kudus menggamit Pertamina untuk melakukan operasi pasar elpiji 3 kg di Mejobo,
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul bakal mengajukan tambahan pasokan gas 3 kg
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul bakal mengajukan tambahan pasokan gas tiga kilogram (kg) ke Pertamina. Tambahan stok ini guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan akibat meningkatnya permintaan gas elpiji saat perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru.
Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag Gunungkidul Yuniarti Ekoningsih mengatakan saat ini pihaknya sedang menyusun surat yang berisi permohonan tambahan pasokan gas elpiji tiga kg. Dan surat tersebut bakal segera dikirim ke Pertanina.
“Kami mengajukan tambahan stok 15% saja karena libur akhir tahun ini tidak terlalu panjang,” kata dia, Kamis (14/12/2017).
Pada bulan biasa rata-rata stok yang ada sebanyak 30.000 tabung. Dengan tambahan 15%, maka stok akan menjadi 34.500 tabung. Dan jumlah tersebut dinilainya sudah mencukupi untuk kebutuhan warga Gunungkidul saat libur Natal dan Tahun Baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share