Top 10 News Jogja Hari Ini: Sultan, Messi Hattrick, Kekeringan
Rangkuman 10 berita terpopuler Jogja hari ini, dari kebijakan Sultan, kekeringan Gunungkidul, hingga Messi hattrick di Piala Dunia 2026.
Volume sampah diperkirakan turun
Harianjogja.com, SLEMAN-Volume sampah selama libur akhir tahun masih belum terlihat. Meski begitu, volume sampah diperkirakan turun.
Koordinator Lapangan Sampah UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Sholeh mengatakan, dari 13 depo di Sleman baru satu depo yang menyerahkan data angkut sampah selama libur akhir tahun. "Baru data Depo Condongcatur yang masuk. Ini dikarenakan masih banyak pelanggan yang belum beraktivitas dan pelanggan gerobak yang libur," katanya kepada Harian Jogja, Selasa (2/1/2018).
Berdasarkan data Depo Condongcatur, kata Sholeh, pada awal pertama 2018, Senin (1/1/2018) volume sampah yang terangkut sebanyak 6,53 kubik. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan volume sampah pada Sabtu (30/12/2017) di mana tercatat volume sampah 14,75 kubik.
"Di depo Condongcatur, dari 32 pelanggan sebanyak 18 pelanggan tidak aktif. Ini baru satu depo, masih 12 depo lainnya yang belum serahkan data," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rangkuman 10 berita terpopuler Jogja hari ini, dari kebijakan Sultan, kekeringan Gunungkidul, hingga Messi hattrick di Piala Dunia 2026.
Korban Hanania Travel mengadu ke Komisi III DPR RI. Sekitar 3.000 calon jamaah disebut mengalami kerugian dan menuntut haknya dikembalikan.
OJK menetapkan tujuh calon direksi BEI periode 2026-2030. Jeffrey Hendrik dipilih sebagai Direktur Utama dan akan diajukan dalam RUPST.
Unnes menjelaskan kronologi dugaan pelecehan seksual yang memicu pengepungan mahasiswa terhadap terduga pelaku. Polisi masih melakukan pendalaman kasus.
Kementerian ESDM akan membentuk tim khusus pengadaan batu bara PLN untuk menjamin pasokan pembangkit, transparansi, dan efisiensi biaya.
Sebanyak 27 SPPG atau dapur MBG di Boyolali berhenti beroperasi akibat dana BGN belum cair dan kendala IPAL. Audit nasional juga segera dilakukan.