Naik Trans Jogja Makin Mudah! Ini Rute dan Tarif Terbaru 2026
Rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif terbaru dan sistem pembayaran digital. Praktis, murah, dan terhubung ke seluruh Jogja.
Dua wisatawan harus dirawat intensif
Harianjogja.com, SLEMAN-Dua orang wisatawan terluka dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setelah mobil jeep lava tour yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Jalan Kaliurang KM 20, Dusun Pantiasih, Pakembinangun, Pakem, Minggu (7/1/2018) siang.
Dua korban luka tersebut adalah Nail Huga, 13, warga Sawah Besar, Semarang Jawa Tengah, dan Fatun Hikmah, 50, warga Pati, Jawa Tengah. Bahkan, korban Fatun Hikmah belum sadarkan diri karena mengalami pendarahan dari hidung dan telinga.
“Korban opname di Rumah Sakit Panti Nugroho,” kata Kapolsek Pakem Komisaris Polisi Haryanta, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu.
Haryanta mengatakan, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB tersebut bermula saat Jeep Willys mengangkut enam orang wisatawan dari arah objek wisata Kaliurang. Jeep tersebut hendak menuju kawasan wisata Lava Tour Merapi di Cangkringan. Nahas, sampai Jalan Kaliurang Km 20, jeep yang dikendarai Wisnu Joko Santoso, 18, tersebut tiba-tiba banting setir ke kanan kemudian menghantam bagian kiri belakang bus pariwisata yang sedang berhenti.
Akibat benturan yang cukup keras penumpang terlempar dari dalam jeep. Haryanta belum bisa memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Namun, kuat dugaan jeep menyalip kendaraan lain yang ada di depannya. Pihaknya sudah memeriksa sejumlah pihak termasuk sopir bus Sigit Purnama dan pengemudi jeep.
“Karena kecelakaan ini menyebabkan korban luka berat, penanganan selanjutnya dilimpahkan ke Polres Sleman,” ujar Haryanta.
Pada hari yang sama kecelakaan juga terjadi di Jalan Magelang Km 8, Tempel, Sleman. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan yang melaju dari arah Jogja menuju Magelang itu terjadi sekitar pukul 07.50 WIB. Tidak ada yang luka dalam kecelakaan tersebut, hanya kendaraan yang rusak. Penyebab kecelakaan masih dalam penananganan Satuan Lalu Lintas Polres Sleman.
Pegiat Wisata Lereng Merapi Siti Kurnia kepada Harianjogja membantah adanya kabar jika korban meninggal dunia terkait insiden tersebut. Meski begitu, satu korban masih dinyatakan kritis. Menurut Siti, baik penumpang maupun sopir jeep sudah diasuransikan. "Untuk kronologi belum pasti karena banyak saksi dan penuturannya beda-beda. Kalau seandainya kesalahan dari pihak jeep, lanjut Siti, maka komunitas bertanggung jawab sepenuhnya," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya juga langsung menurunkan tim untuk menangani para korban. "Dari informasi yang kami terima, rombongan [korban] dari RSUD Kayen, Pati. Jeep menghindari motor yang tiba-tiba belok, jeep rem mendadak, menabrak bis, terbalik," katanya.
Dari enam penumpang di jeep tersebut, lanjut Ningsih, satu korban dinyatakan gegar otak dan dirujuk ke Panti Rapih. "Dua korban fraktur, tapi tidak diperlukan tindakan operasi, dua orang luka lecet lecet," akunya.
Dijelaskan Ningsih, seluruh jeep Lavatour baik penumpang maupun sopir diasuransikan. Dia juga meminta agar seluruh penyedia jasa/operator jeep harus memastikan jeep laik jalan. "Sopir punya SIM dan dokumennya lengkap, harus dilengkapi dengan safety belt dan helm. Itu sudah SOP-nya," kata Ningsih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif terbaru dan sistem pembayaran digital. Praktis, murah, dan terhubung ke seluruh Jogja.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.