46 Persen Perpustakaan Kalurahan Bantul Mati Suri, Ini Arahan Bupati
Sebanyak 46 persen perpustakaan kalurahan di Bantul dinyatakan tidak aktif. Bupati Halim instruksikan lima langkah strategis penguatan literasi desa.
Perbaikan database kependudukan sudah dilakukan sejak tiga tahun terakhir
Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menggulirkan program 3 in 1 yang memudahkan warga mengurus dokumen kependudukan.
Kepala Disdukcapil Kota Jogja Sisruwadi mengatakan, melalui program ini, setiap ada kelahiran baru, masyarakat akan mendapatkan tiga dokumen sekaligus. Dokumen itu yakni nomor induk kependudukan (NIK), perubahan kartu keluarga, serta akta kelahiran anak dan kartu identitas anak (KIA).
Ia mengatakan, perbaikan database kependudukan sudah dilakukan sejak tiga tahun terakhir. Demikian juga koneksi dengan beberapa instansi sudah mulai dilaksanakan akhir tahun lalu.
http://m.harianjogja.com/?p=883237">Baca juga : DPRD Kota Jogja Bentuk Pansus Rekomendasi BPK
Soal prosedur operasi standar (Standard Operating Procedure/SOP), ia mengakui masih banyak SOP layanan kependudukan yang perlu diubah seiring perubahan layanan, misalnya penghapusan sanksi keterlambatan pembuatan akta kelahiran. Selain itu, SOP dalam pendistribusian dokumen kependudukan kepada warga.
Selama ini, kata Sisruwadi, dokumen kependudukan yang sudah jadi hanya didistribusikan melalui kelurahan dan RT/RW tanpa diikuti apakah dokumen itu sudah sampai ke warga atau belum. "Mestinya pendistribusian itu ada berita acara tertulisnya, misalnya dokumen tidak sampai karena warga sudah pindah domisili maka dituangkan dalam berita acara," papar Sisruwadi.
Sisruwadi menambahkan, pihaknya juga sudah menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) yang ada di semua Kantor Urusan Agama (KUA) dan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (Siak) di Disdukcapil.
Perubahan status perwawinan dalam dokumen kependudukan akan otomatis terjadi ketika warga mengurus pernikahan di KUA. Oleh karena itu, warga tidak perlu mengajukan perubahan lagi ke Disdukcapil. KUA juga dapat mengakses Siak.
"Aplikasi ini sebenarnya sudah ada sejak lama, hanya belum dimanfaatkan. Kami sudah undang semua KUA untuk memanfaatkannya," tandas Sisruwadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 46 persen perpustakaan kalurahan di Bantul dinyatakan tidak aktif. Bupati Halim instruksikan lima langkah strategis penguatan literasi desa.
Mikel Arteta ungkap pelajaran penting dari PSG jelang final Liga Champions 2026. Arsenal siap tampil maksimal dan incar gelar juara.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Antam, UBS, dan Galeri24 kompak menguat. Simak daftar harga lengkap terbaru.
WHO menyebut Ebola Bundibugyo memiliki tingkat kematian hingga 50 persen. Wabah di Kongo dan Uganda berpotensi terus meningkat.
BMKG mendeteksi Siklon Tropis Jangmi yang picu hujan lebat dan angin kencang di Indonesia. Simak wilayah terdampak terbaru.
Temuan cacing hati pada hewan kurban di Bantul capai 493 kasus. DKPP pastikan daging tetap aman dikonsumsi masyarakat.