Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Tim dari Pertamina sudah melakukan pengecekan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pelayanan di SPBU 44.558.09 Gading, Desa Gading, Playen dikeluhkan pelanggan. Keluhan mencuat karena saat membeli premium ternyata bercampur dengan biosolar. Akibatnya, sejumlah motor pelanggan dilaporkan mengalami kerusakan.
Keluhan ini salah satunya diungkapkan Sofyan Haryanto, warga Putat, Kecamatan Patuk. Dia mengatakan, peristiwa tidak mengenakan ini dialami saat membeli premium sebesar Rp15.000 di SPBU Gading pada Kamis (11/1/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. Awalnya dia tidak curiga saat proses pengisian, tetapi keanehan muncul setelah motor digunakan beberapa saat. Tiba-tiba motor yang dikendarai bermasalah dan berhenti di Hutan Tleseh, Bunder.
“Berhubung rusak langsung saya bawa ke bengkel dan ternyata setelah diperiksa, bahan bakar di tangki ada campuran biosolarnya,” katanya kepada wartawan, Kamis malam.
Sofyan mengaku sudah berlangganan di SPBU Gading sejak lama. Namun, untuk keluhan dalam pengisian baru pertama kalinya. Ia sudah komplain dan pihak pengusaha bersedia memberikan penggantian terhadap kerusakan yang diderita. “Mudah-mudahan adanya masalah premium bercampur dengan biosolar tidak terulang lagi,” katanya.
Bensin bercampur dengan biosolar di SPBU Gading ini sempat viral di media sosial. Sejumlah keluhan pun muncul dalam media berjejaring Facebook. Salah satunya diungkapkan akun Taqiyuddin Subayu. Dalam postingannya, ia mengaku membeli premium Rp50.000 di SPBU Gading.
Namun, beberapa saat setelah digunakan mengalami kerusakan. Hal yang sama juga disuarakan akun Agung PD. Agung mengaku membeli premium Rp100.000, untuk Mitsubisi Maven yang dikendarainya. Baru beberapa meter berjalan, kendaraannya sudah mogok dan mengeluarkan asap.
Manajer SPBU 44.558.09 Gading Wahyudi tidak menampik adanya keluhan terhadap pengisian premium yang diduga bercampur dengan biosolar. Menurut dia, kejadian tersebut masih dalam tahap pemeriksaan sehingga belum bisa memastikan penyebab kejadian tersebut. “Masih dalam proses investigasi dan tadi [Jumat] tim dari Pertamina sudah melakukan pengecekan,” kata Wahyudi.
Menurut dia, pada Kamis malam ada beberapa pelanggan yang komplain terkait dengan pelayanan yang diberikan. Hanya saja, ia tidak hapal berapa pelanggan yang datang ke SPBU. “Pokoknya ada, sedangkan untuk dugaan bensin bercampur dengan biosolar yang telah terjual ada sekitar 300-400 liter,” katanya.
Wahyudi menambahkan, selain menunggu hasil pemeriksaan dari Pertamina, pihak SPBU untuk sementara juga telah menghentikan pelayanan pembelian BBM jenis premium. “Untuk pelayanan pertamax, pertalite, dan biosolar tetap buka seperti biasa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.
Liverpool keluar dari empat besar Liga Inggris 2025/2026 usai kalah dari Aston Villa, sementara Manchester United pastikan posisi ketiga.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan