Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Sebanyak 33 balita meninggal karena diare dan radang paru-paru.
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Kesehatan Kota Jogja mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungannya masing-masing. Imbauan ini terkait masih tingginya angka kematian balita di Jogja.
Dinas Kesehatan mencatat angka kematian balita di Jogja selama 2017 lalu sebanyak 33 orang. Jumlah ini meningkat di banding 2016 lalu, sebanyak 30 orang. "Penyebab kematian balita adalah karena radang paru dan diare. Ini karena kondisi lingkungan yang kurang sehat, maka perlu ditingkatkan lagi PHBS," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Jogja, Agus Sudrajat, saat dihubungi, Senin (22/1/2018).
Agus mengklaim angka kematian balita di Jogja masih terbilang rendah di banding angka rata-rata nasional. Bahkan menurut dia, angka kematian itu sudah menurun dibanding 2015 lalu sebanyak 34 orang. Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya untuk terus menekan angka kematian balita.
Beberapa program yang dilakukan di antaranya menggencarkan gerakan PHBS, gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), Si Kesi Gemas atau sistem kelurahan siaga gerakan masyarakat hidup sehat dan SIPP-Mas atau sistem Informasi promosi dan pemberdayaan berbasis Website dan Android yang telah diluncurkan akhir tahun lalu.
Agus menyarankan pentingnya cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap akan menyentuh balita, terutama saat pulang kerja. Hal itu untuk menghindari adanya kuman dan virus yang dibawa yang berpotensi menyerang kekebalan tubuh balita.
Selain itu, Agus juga menekankan pentingnya menyediakan ventilasi udara dan cahaya matahari yang bisa masuk ke dalam rumah. Tahun ini pihaknya akan memberikan bantuan berupa genteng kaca kepada masyarakat, khusus masyarakat miskin pemegang kartu menuju sejahtera (KMS)?. Anggaran pengadaan genteng kaca, sekitar 40,5 juta. Genteng kaca dimaksudkan agar sinar matahari masuk ke dalam rumah. "Karena kuman akan mati jika terkena matahari," ujar Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Suzuki meluncurkan Fronx SGX Hybrid Kuro dan XL7 terbaru pada GIIAS 2026 dengan penyegaran desain serta fitur keselamatan.
Bank Dunia mencatat 52% perusahaan subjek PPh Badan menganggap penghindaran pajak mudah dilakukan berdasarkan survei WBES 2023.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menilai konsultan pajak berperan penting mendampingi wajib pajak dan mendukung optimalisasi pendapatan negara.
Wayah Dalem HB X, RM Drasthya Wironegoro, mengajak generasi muda belajar aksara Jawa dalam Setu Sinau di kawasan Malioboro.
Putra Mahkota Arab Saudi menyampaikan kekhawatiran kepada Donald Trump terkait laporan rencana serangan besar-besaran AS terhadap Iran.