Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Rancangan Peraturan Daerah terkait Perlindungan Anak yang Hidup di Jalan ditargetkan selesai tahun ini
Harianjogja.com, SLEMAN- Rancangan Peraturan Daerah terkait Perlindungan Anak yang Hidup di Jalan ditargetkan selesai tahun ini. Pemkab diminta menyiapkan perangkat pendukung jika perda tersebut diterapkan.
Ketua Komisi A DPRD Sleman Nuryanta mengatakan, saat ini Pansus terkait Raperda Perlindungan Anak yang Hidup di Jalan sedang melakukan konsultasi dengan Pemda DIY terkait pembahasan raperda tersebut.
"Awalnya Raperda Penanganan Anak Jalanan, kemudian diubah menjadi Raperda Perlindungan Anak yang Hidup di Jalan," katanya kepada Harianjogja.com, Kamis (25/1/2018).
Perubahan tersebut salah satu masukan yang diberikan oleh Pemda DIY. Keberadaan Raperda tersebut, selain menangani masalah anak di jalanan juga bertujuan untuk mendukung status Sleman sebagai kota layak anak (KLA).
"Sebelum Raperda ini disahkan, alangkah baiknya jika Pemkab menyiapkan infrastrukturnya," usul politisi PPP ini.
Pansus sendiri, kata Nuryanta, juga menyelesaikan pembahasan Raperda tersebut tahun ini. Dia meminta agar Pemkab juga menyiapkan perangkat pendukung terkait raperda tersebut.
Misalnya, kesediaan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk memberikan identitas pada anak. "Bagaimana kesiapan Disdukcapil memberikan identitas bagi anak-anak itu?" ujarnya.
Hal lainnya, masalah kesiapan Dinas Sosial menampung atau melakukan pembinaan anak-anak tersebut. Apakah juga bisa melibatkan panti-panti sosial yang ada di Sleman atau cukup ditampung di tempat rehabilitasi anak milik Dinas Sosial Provinsi. Pansus akan segera berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk implementasi perda tersebut.
"Termasuk juga dinas kesehatan, kesiapan mereka menangani kesehatan anak-anak yang hidup di jalan. Makanya perlu dibentuk tim perlindungan anak untuk menangani masalah ini," ujarnya.
Selama ini, Pemkab tidak bisa berbuat banyak menangani anak-anak di jalanan karena tidak ada payung hukum yang mengaturnya. Jika Raperda terkait disahkan, maka Pemkab bisa melahirkan kebijakan tertentu. "Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi anak yang hidup di jalanan," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan
Aldo korban KM Virgo sempat keluar kapal sebelum kembali mengambil tas dan menunggu temannya. Jenazahnya ditemukan setelah 10 hari pencarian.
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
TNI AU melakukan uji coba terjun payung dari Airbus A400M dalam latihan bersama Angkatan Udara Prancis pada Misi Pegase 2026 di Halim.
Sopir truk kecelakaan maut di Mojosongo Solo ditangkap di Boyolali. Polisi masih memeriksa pengemudi untuk proses penyidikan.