Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
Selama bulan ini, empat kasus penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini terjadi di Kota Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA-Cuaca buruk yang belakangan terjadi dianggap beresiko memunculkan sejumlah penyakit termasuk demam berdarah. Selama bulan ini, empat kasus penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini terjadi di Kota Jogja.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Jogja, Agus Sudrajat mengatakan musim penghujan yang tak menentu ini mengharuskan masyarakat mewaspadai kemunculan beberapa jenis penyakit.
"Virus yang harus diwaspadai, diare juga, dan DBD terutama," katanya ditemui di kantornya, Jumat (26/1/2018).
Pemkot sendiri mewaspadai adanya peningkatan jumlah penyakit DBD pada masa ini. Pasalnya, meski jumlah kasus pada 2017 lalu turun jauh dari jumlah kasus tahun sebelumnya, Agus mengatakan jika angka kepadatan nyamuk tercatat melonjak tajam pada November lalu.
Kepadatan ini salah satunya disebabkan upaya penyebaran nyamuk wolbachia sebagai bagian dari menekan angka penyakit ini.
Penyakit ini hanya bisa dicegah dengan memutus mata rantai kehidupan nyamuk dengan pola Menguras, Menutup, dan Mengubur (3 M).
Ia menambahkan akan sangat lebih baik jika bukan cuma bergantung pada nyamuk wolbachia namun juga ditambah dengan upaya memelihara ikan untuk mengurangi nyamuk di lingkungan rumah.
Selain itu, bagian talang rumah juga harus terus dibersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk. "Ditambah satu lagi M-nya, menek talang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan maut di Boyolali, motor tertabrak truk LPG di lampu merah Penggung. Satu penumpang tewas di lokasi.
Jadwal bola malam ini 20-21 Mei 2026 menghadirkan final Liga Europa Freiburg vs Aston Villa hingga final ASEAN Club Championship.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas