Festival Bregada Rakyat DIY 2026 Hadirkan Juara dari 15 Tahun Penyelenggaraan
Festival Bregada Rakyat DIY 2026 menghadirkan 18 kelompok di Sleman. Simak jadwal, kriteria penilaian, hadiah, dan daftar peserta.
Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman mendorong agar setiap rumah sakit di Sleman bekerjasama memiliki bank darah
Harianjogja.com, SLEMAN- Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman mendorong agar setiap rumah sakit di Sleman bekerjasama memiliki bank darah. Kondisi tersebut mendesak dilakukan karena kebutuhan darah di Sleman cukup tinggi.
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan, penyediaan bank darah ini terkait penanganan, kecepatan dan keselamatan pasien. Pasalnya kasus kematian pasien akibat pendarahan cukup tinggi seperti kematian ibu hamil yang didominasi karena terjadi pendarahan.
“Ketika darah itu dibutuhkan, ada dan tersedia di rumah sakit. Sehingga tidak perlu lari-lari ke sana ke mari," kata Muslimatun dalam acara Evaluasi Pelayanan Unit Transfusi Darah (UTD) dan Pencermatan Draft MoU di Hotel Prima SR, Beran, Tridadi, Selasa (30/1/2018).
Menurutnya, bank darah sebenarnya merupakan kebutuhan rumah sakit. Bank darah digunakan untuk memberikan pelayanan darah pada pasien yang diambil dari PMI. Ketika ada kondisi kegawat daruratan atau dibutuhkan, darah tersedia dan tidak perlu mencari keluar.
"Ketersedian darah di bank darah juga berdampak langsung pada efisiensi waktu penyelamatan pasien," ujarnya.
Sementara itu Ketua PMI Sleman Sunartono menjelaskan, rata-rata kebutuhan darah per bulan sebanyak 1.000 kantong. Adapun biaya per kantong sebesar Rp360.000. PMI Sleman tidak melayani pengambilan darah yang dilakukan perorangan melainkan antar lembaga saja (rumah sakit dengan PMI).
Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan prima pada pasien. "Dengan begini, pasien tidak perlu direpotkan dengan persoalan darah sekaligus untuk menjaga kualitas darah," ujarnya.
Menurutnya, perlakuan terhadap darah juga tidak semua orang paham. Suhu untuk menyimpan darah harus benar-benar dijaga agar kualitasnya tetap baik sehingga membutuhkan tempat khusus untuk menyimpan seperti bank darah.
“Kalau darah diambil langsung oleh keluarga pasien sudah pasti tidak standard dan kualitasnya menurun. Kalau kualitas darah turun dan sampai pada pasien untuk ditransfusikan ya boleh dikata muspro [sia-sia],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Bregada Rakyat DIY 2026 menghadirkan 18 kelompok di Sleman. Simak jadwal, kriteria penilaian, hadiah, dan daftar peserta.
Kemnaker menjelaskan syarat penerima BSU 2026 senilai Rp900.000, mulai dari batas gaji hingga status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Kapolda DIY menegaskan tidak ada anggota Jaga Warga saat kericuhan unjuk rasa 28 Oktober 2026 di kawasan Malioboro.
Polda Jateng memastikan benda logam berdiameter 4,5 milimeter di tubuh bocah Kendal bukan peluru senjata api.
AGI memproyeksikan produksi gula nasional 2026 mencapai 2,8 juta ton, ditopang kenaikan rendemen dan perluasan areal tebu.
Wamen HAM Mugiyanto mendukung percepatan RUU Penyadapan untuk memberi kepastian hukum dan mencegah penyalahgunaan kewenangan.