Festival Bregada Rakyat DIY 2026 Hadirkan Juara dari 15 Tahun Penyelenggaraan
Festival Bregada Rakyat DIY 2026 menghadirkan 18 kelompok di Sleman. Simak jadwal, kriteria penilaian, hadiah, dan daftar peserta.
Hujan yang terjadi di Sleman sepekan terakhir, menyebabkan longsor di beberapa talut
Harianjogja.com, SLEMAN- Hujan yang terjadi di Sleman sepekan terakhir, menyebabkan longsor di beberapa talut. Sebagian sudah ditangani, sebagian lainnya belum dibenahi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menjelaskan, longsor terdeteksi sejak Sabtu (3/2/2018) malam di tebing sungai Pleret (hulu sungai pelang) wilayah Gejayan, Condongcatur Depok. Tanah yang longsor setinggi empat meter, sepanjang 10 meter selebar lima meter.
"Penyebabnya akibat hujan yang terus menerus turun di sekitar lokasi. Hari ini [kemarin] selesai ditangani," katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (7/2/2018).
Proses perbaikan longsor memakan waktu karena tidak hanya melongsorkan material bebatuan saja. Di lokasi tersebut sebuah pohon Rampelas berdiameter 35cm juga ikut tumbang melintangi sungai.
Selain itu, kata Makwan, longsor juga mengancam pagar rumah milik Andi Jaka, 68. "Pondasi pagar dengan bibir sungai berjarak kurang lebih satu meter saat ini. Jadi cukup membahayakan," katanya.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman, melakukan proses pemotongan pohon yang melintang di sungai dengan hati-hati. Pasalnya, posisi akar pohon tersebut berongga, dikawatirkan setelah terpotong roboh dapat membahayakan pemotong.
"Di sebelah jalur akar, terdapat bongkahan penguat pondasi runtuh, dikawatirkan kalau runtuh tertarik ikut runtuh. Jadi proses evakuasinya cukup memakan waktu," jelas Makwan.
Berbeda dengan itu, talut di bantaran Kali Opak yang longsor pada Selasa (23/1/2018) lalu sampai saat ini masih belum ditangani. Talut tersebut longsor sekitar 10 meter setinggi empat meter dan mengancam kandang peternakan ayam milik Sarwono, 50 RT 5/07 Bokoharjo, Prambanan.
Talut tersebut longsor akibat tidak kuat menahan air hujan yang turun Januari lalu. BPBD Sleman menyerahkan penanganan perbaikan talut tersebut ke BBWSSO DIY sesuai kewenangannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Bregada Rakyat DIY 2026 menghadirkan 18 kelompok di Sleman. Simak jadwal, kriteria penilaian, hadiah, dan daftar peserta.
Gempa magnitudo 5,7 mengguncang Jepang tengah pada Minggu dini hari. Lebih dari 20 orang terluka, tetapi tidak ada peringatan tsunami.
PM Polandia Donald Tusk menyebut polisi menemukan tiga jasad di rumah pelaku penembakan di Krakow. Insiden tersebut sebelumnya menewaskan enam orang.
Industri pengolahan tumbuh 5,87% pada kuartal III/2026, melampaui ekonomi nasional 5,47%. Industri furnitur mencatat pertumbuhan tertinggi.
Kementerian PU meninggikan jalan Semarang-Demak dan membangun infrastruktur pengendali banjir untuk mengantisipasi rob jelang Nataru 2026/2027.
Pemprov Jateng mencatat 200.815 UMKM telah bersertifikat halal. Penguatan ekosistem halal didorong untuk mendukung pariwisata ramah Muslim.