Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Sejumlah fasilitas bakal dibangun untuk melengkapi taman budaya.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Pembangunan taman budaya di Desa Logandeng, Kecamatan Playen membutuhkan biaya sekitar Rp104 miliar. Rencananya alokasi ini digunakan untuk membangun gedung utama, rumah joglo, kantor UPT, panggung terbuka hingga fasilitas umum untuk memberikan kemudahan bagi para pengunjung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, pembangunan taman budaya membutuhkan biaya yang besar. Sesuai dengan detail engineering design (DED) yang disusun Dinas Kebudayaan, total alokasi pembanguan mencapai RP104 miliar.
Besarnya alokasi anggaran yang dibutuhkan membuat pembangunan taman budaya dilakukan secara bertahap. Namun demikian, lanjut dia, pada prosesnya bisa diselesaikan dalam waktu tiga tahun ke depan. “Untuk tahun ini sudah mulai dikerjakan,” kata Eddy kepada wartawan, Kamis (15/3/2018).
Menurut dia, untuk pembangunan awal sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp15 miliar. Rencananya dan tersebut digunakan untuk land clearing, pematangan lahan hingga pembuatan pagar dan drainase. “Memang dana yang tersedia di tahun ini hanya cukup untuk tahap awal saja dan menyentuh ke bangunan fisik,” ujarnya.
Eddy menambahkan, pembangunan taman budaya juga sangat bergantung dengan alokasi anggaran dana keistimewaan yang digelontorkan oleh Pemerintah DIY. Oleh karenanya, untuk mempercepat proses itu, pemkab akan terus melakukan komunikasi dengan provinsi. “Harapannya dalam tiga tahun bisa selesai, tapi untuk mencapai target itu sangat tergantung dengan kebijakan dari pemerintah DIY,” tutur dia.
Menurut Eddy, keberadaan taman budaya berada di area seluas 2,8 hektare. Rencananya di lokasi ini akan didirikan gedung utama yang dilengkapi dengan panggung terbuka dan rumah joglo. Selain itu, juga akan didirikan kantor UPT untuk mengelola taman budaya, serta fasilitas umum seperti area parkir, tempat ibadah hingga toilet. “Nanti di taman budaya akan ada fasilitas yang lengkap,” katanya lagi.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul Agus Kamtono mengatakan, rencana pembangunan taman budaya sudah dimulai sejak tahun lalu dengan melakukan pembebasan lahan. Total biaya yang dibutuhkan untuk pembebasan mencapai Rp13 miliar. “Setelah pembebasan tanah, tahun ini dimulai proses pembangunan,” katanya.
Dia menjelaskan, bangunan utama dari Taman Budaya akan dibuat bertingkat. Di masing-masing tingkat nanti akan memilik fungsi sendiri-sendiri. Sebagai contoh, lanjut Agus, lantai satu digunakan untuk workshop seni dan ruangan pertemuan. Sementara untuk lantai dua dan tiga, rencananya digunakan untuk pangung seni. “Untuk rencananya pembagunan taman budaya kami serahkan sepenuhnya ke DPUPRKP,” ujar Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Australia mengonfirmasi kematian massal satwa liar pertama akibat flu burung H5. Hingga kini tercatat 74 kasus, tetapi belum menyerang sektor unggas.
BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 94W yang berpotensi memicu hujan lebat dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia pada 3-6 Agustus 2026.
Ratih Handayani kembali ke kampung halamannya untuk mengemban amanah sebagai General Manager Garrya Bianti Yogyakarta.
Kapal Pertamina Patra Niaga MT Transko Arafura mengevakuasi 17 korban selamat kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Laut Jawa.
Jalan Kweni-Druwo, Sewon, Bantul ditutup hingga 7 Desember 2026 akibat pembangunan jembatan. Simak rekayasa lalu lintas dan jalur alternatifnya.