Mete Gunungkidul Pernah Tembus Kanada, Kini Bidik Pasar Nasional
Mete Kaligayam, Semin, Gunungkidul, pernah diekspor ke Kanada pada 2016. Kini pemasarannya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
Sejumlah fasilitas bakal dibangun untuk melengkapi taman budaya.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Pembangunan taman budaya di Desa Logandeng, Kecamatan Playen membutuhkan biaya sekitar Rp104 miliar. Rencananya alokasi ini digunakan untuk membangun gedung utama, rumah joglo, kantor UPT, panggung terbuka hingga fasilitas umum untuk memberikan kemudahan bagi para pengunjung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, pembangunan taman budaya membutuhkan biaya yang besar. Sesuai dengan detail engineering design (DED) yang disusun Dinas Kebudayaan, total alokasi pembanguan mencapai RP104 miliar.
Besarnya alokasi anggaran yang dibutuhkan membuat pembangunan taman budaya dilakukan secara bertahap. Namun demikian, lanjut dia, pada prosesnya bisa diselesaikan dalam waktu tiga tahun ke depan. “Untuk tahun ini sudah mulai dikerjakan,” kata Eddy kepada wartawan, Kamis (15/3/2018).
Menurut dia, untuk pembangunan awal sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp15 miliar. Rencananya dan tersebut digunakan untuk land clearing, pematangan lahan hingga pembuatan pagar dan drainase. “Memang dana yang tersedia di tahun ini hanya cukup untuk tahap awal saja dan menyentuh ke bangunan fisik,” ujarnya.
Eddy menambahkan, pembangunan taman budaya juga sangat bergantung dengan alokasi anggaran dana keistimewaan yang digelontorkan oleh Pemerintah DIY. Oleh karenanya, untuk mempercepat proses itu, pemkab akan terus melakukan komunikasi dengan provinsi. “Harapannya dalam tiga tahun bisa selesai, tapi untuk mencapai target itu sangat tergantung dengan kebijakan dari pemerintah DIY,” tutur dia.
Menurut Eddy, keberadaan taman budaya berada di area seluas 2,8 hektare. Rencananya di lokasi ini akan didirikan gedung utama yang dilengkapi dengan panggung terbuka dan rumah joglo. Selain itu, juga akan didirikan kantor UPT untuk mengelola taman budaya, serta fasilitas umum seperti area parkir, tempat ibadah hingga toilet. “Nanti di taman budaya akan ada fasilitas yang lengkap,” katanya lagi.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul Agus Kamtono mengatakan, rencana pembangunan taman budaya sudah dimulai sejak tahun lalu dengan melakukan pembebasan lahan. Total biaya yang dibutuhkan untuk pembebasan mencapai Rp13 miliar. “Setelah pembebasan tanah, tahun ini dimulai proses pembangunan,” katanya.
Dia menjelaskan, bangunan utama dari Taman Budaya akan dibuat bertingkat. Di masing-masing tingkat nanti akan memilik fungsi sendiri-sendiri. Sebagai contoh, lanjut Agus, lantai satu digunakan untuk workshop seni dan ruangan pertemuan. Sementara untuk lantai dua dan tiga, rencananya digunakan untuk pangung seni. “Untuk rencananya pembagunan taman budaya kami serahkan sepenuhnya ke DPUPRKP,” ujar Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mete Kaligayam, Semin, Gunungkidul, pernah diekspor ke Kanada pada 2016. Kini pemasarannya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
QJMotor X-Adventure 900 dikabarkan membawa mesin 904 cc bertenaga sekitar 95 HP. DCT, Brembo, Marzocchi, dan debut EICMA masih belum resmi
Pesan WhatsApp yang terhapus mungkin masih terlihat lewat Riwayat Notifikasi Android. Simak cara mengaktifkan fitur di Google Pixel dan Samsung.
Aturan tekanan ban MotoGP mewajibkan batas minimum 1,80 bar depan dan 1,68 bar belakang. Pelanggaran bisa berujung penalti 16 detik.
HP Android ini memiliki desain kamera horizontal yang sekilas mirip iPhone Air. Harganya beragam, mulai Rp1 jutaan hingga Rp12 jutaan.
Debut Juergen Klopp bersama Timnas Jerman berakhir imbang 1-1 melawan Belanda. Gakpo mencetak gol injury time, sementara Portugal dan Norwegia menang.