6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Ilustrasi pasar tradisional/Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Banyaknya data pemilik stan, kios dan lapak yang tidak sesuai dengan data yang dimiliki Disperindag membuat pendataan molor dari target
Harianjogja.com, SLEMAN-Banyaknya lapak pedagang yang berpindah tangan kepemilikan bikin pendataan ribuan pedagang Pasar Prambanan sulit dirampungkan.
Kabid Pembinaan dan Pengembangan Pedagang Pasar Tradisional Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Haris Martapa mengatakan banyaknya data pemilik stan, kios dan lapak yang tidak sesuai dengan data yang dimiliki Disperindag membuat pendataan molor dari target. Seharusnya, kata dia, pada Maret ini pasar baru yang pembangunannya menelan anggaran hingga Rp24 miliar itu sudah bisa beroperasi.
"Kendala pendataan belum selesai banyak. Salah satunya, banyak data pedagang yang tidak sesuai. Jadi kami harus cermat," katanya Harianjogja.com, Kamis (29/3/2018).
Diakuinya, tidak sedikit oknum yang mengaku-ngaku sebagai pemilik stan, kios dan lapak. Kasus lainnya, kata Haris, sejak pembangunan pasar tersebut dilakukan empat tahun lalu tidak sedikit kios atau stan yang beralih tangan. Baik disewa maupun dijual belikan. Kondisi tersebut menyebabkan data Disperindag berbeda dengan data di lapangan. "Padahal sejak awal kami sudah ingatkan agar tidak boleh beralih tangan. Kami prihatin pedagang tidak mematuhi aturan ini," ujarnya.
Pendataan ulang yang dilakukan Disperindag dalam sebulan terakhir dilakukan dalam beberapa tahap. Penempatan pedagangan pasar nantinya juga akan dilakukan secara bertahap sesuai hasil verifikasi yang dilakukan. Dia berharap masyarakat untuk bersabar agar proses pemindahan para pedagang dapat berjalan sesuai aturan.
Tahap pertama penempatan pedagang lama sejumlah 2.108 pedagang. Tahap kedua dilakukan jika ada tempat untuk masyarakat umum warga Sleman diutamakan. "Jangan percaya dengan jual beli lapak karena akan melalui verifikasi data yang ketat dari dinas," katanya.
Kepala Dinas Disperindag Sleman Tri Endah Yitnani mengatakan jumlah pedagang yang akan menempati pasar tersebut sudah terdata, yakni mencapai 2.108 pedagang. Ketika menempati pasar tersebut nanti, kata Endah, posisi pedagang masih seperti saat mereka menempati pasar sebelum dibangun.
"Misalnya dia dulu ada di kios hadap dalam, maka penempatannya nanti ya seperti itu. Hanya untuk urutannya yang diundi. Begitu pula dengan pedagang yang menempati los," kata Endah.
Selain itu, Disperindag diakuinya juga akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman dan Dishun DIY terkait dengan penerapan rekayasa lalu lintas di sekitar pasar tersebut. Penerapan rekayasa lalu lintas, katanya, tetap mengacu pada analisis dampak lalu lintas (andalalin) yang telah disusun. "Pasar baru itu juga dilengkapi dengan TPA [tempat pembuangan sampah], tempat penitipan anak. Ruangannya sudah terkonsep dan tersedia," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.
PDI Perjuangan Kota Jogja menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia sekaligus mendorong kenaikan anggaran JSLU dan memperingati Kudatuli 1996.