514 Taruna Akmil Ikuti Kirab Perpisahan di Magelang
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Anak-anak mengikuti kampanye susur Kali Winongo sebagai bagian pengenalan alternatif wisata air di Jogja, Minggu (1/4). (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, JOGJA-Wisata air Kali Winongo terus dikembangkan. Hal itu tak lepas dari kian tingginya animo masyarakat untuk mengunjungi destinasi yang menawarkan susur sungai tersebut.
Koordinator Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) Jogja Oleg Johan mengatakan pengelola wisata susur Sungai Winongo itu akan terus berupaya meningkatkan kualitas, terutama terkait dengan kesiapan operator untuk mengelola wisata air tersebut secara profesional.
Wisata sungai itu, kata dia, awalnya ditargetkan sebagai destinasi wisata pada 2030 mendatang. Namun jika seluruh warga siap realisasinya bisa dilakukan lebih cepat. “Target awal, wisata susur Sungai Winongo bisa diwujudkan sebagai objek wisata alternatif pada 2030. Tapi kalau warga sudah siap, kenapa tidak [dipercepat]?” katanya kepada wartawan, Minggu (1/4).
Akan tetapi, untuk mempercepat Kali Winongo sebagai destinasi wisata alternatif, katanya, masih banyak persiapan yang harus dimatangkan, salah satunya adalah penyediaan operator yang kompeten dan profesional. “Kami berharap warga bisa punya kesiapan itu [kompetensi dan profesionalitas]. Apalagi Kali Winongo ekosistemnya masih terjaga, bersih dari sampah dan menyimpan potensi luar biasa," ujar dia.
Selain penataan infrastruktur di bantaran Kali Winongo yang digulirkan pemerintah, FKWA juga akan fokus memberdayakan masyarakat. Pemberdayaan yang diberikan bertujuan agar kebutuhan wisatawan yang berkunjung dapat dipenuhi oleh warga baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Menurut Oleg, salah satu wujud pemberdayaan yang sudah dilakukan adalah sertifikasi Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) bagi 100 warga bantaran Winongo.
"Sertifikat ini menjadi jaminan kalau produk olahan pangan rumah tangga di sini aman dikonsumsi dan dipasarkan," katanya.
Putri, salah seorang anak yang mengikuti kampanye menyusuri Kali Winongo mengaku tidak takut ketika berada di atas sungai. Selain menggunakan ban, dia juga memakai helm dan pelampung. "Awalnya takut, tapi karena pakai ban dan pelampung jadi tidak takut lagi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.