514 Taruna Akmil Ikuti Kirab Perpisahan di Magelang
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Ilustrasi BPJS Kesehatan./Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA-Agar data PBI tak salah sasaran, Pemkot Jogja melakukan verifikasi ulang data Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jogja Bejo Suwarno menjelaskan, dalam verifikasi data PBI pihaknya juga berkoodinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK). Alasannya, kata Bejo, seringkali data PBI tidak memiliki NIK. Verifikasi data PBI itu dilakukan rutin tiap tahun.
"Kami targetkan hasil verifikasi ulang ini selesai pada akhir Mei bisa selesai. Setelah verifikasi data terbaru akan kami sampaikan ke pusat,” ujar Bejo, Jumat (6/4/2018).
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Agus Sudrajat mengatakan masalah kesehatan para pemegang KMS sudah ditanggung PBI. "Hingga kini capaian JKN-KIS BPJS universal coverage di Jogja mencapai 96 persen. Saat ini dilakukan verifikasi pembaruan data. Itu bisa setiap bulan dilakukan, " katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
FWA 5G diprediksi menjadi mesin pertumbuhan baru internet rumah di Indonesia dengan kualitas mendekati FTTH dan menjangkau wilayah minim fiber.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.