Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Kelompok kesenian jatilan menghibur warga dan wisatawan di kawasan wisata Gua Selarong, Minggu (15/4/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menggelar pentas seni dua kali dalam sebulan di kawasan objek wisata Gua Selarong, Pajangan, Bantul. Pentas seni dengan menghadirkan berbagai kesenian daerah itu untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Gua Selarong.
Pentas seni yang dimulai pada Minggu (15/4/2018) kemarin, rencana akan rutin digelar tiap pekan kedua dan keempat setiap bulan. Gua Selarong selama ini dikenal sebagai markas Pangeran Diponegoro bersama pasukannya saat perang gerilya melawan Belanda pada 1825 silam.
Sejak 1996, Gua Selarong resmi dibuka sebagai objek wisata. Gua dengan luasan sekitar 1,5 hektare itu sebagian besar lahannya adalah milik warga.
"Nilai sejarahnya ini yang akan kami lestarikan supaya Gua Selarong semakin dikenal masyarakat luas," kata Kepala Bidang Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Dinas Pariwisata DIY Wardoyo.
Wardoyo mengatakan Gua Selarong menjadi salah satu objek wisata yang berbeda dengan objek wisata lain. Modal ini dinilai bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan selama pengelolaan wisata napak tilas Pangeran Diponegoro itu dikemas dengan baik. Salah satunya dengan memanfaatkan seni dan tradisi warga yang ada di sekitar gua.
"Kepariwisataan tidak lepas dari seni dan tradisi. Maka kebudayaan lokal perlu ditampilkan untuk menghibur wisatawan," kata Wardoyo.
Dinas akan terus berupaya menggelar berbagai kegiatan kesenian di lokasi tersebut serta menyediakan sarana dan prasarana yang nyaman bagi wisatawan.
Koordinator Unit Pelayanan Kerja Objek Wisata Gua Selarong Kuswanta mengatakan beberapa kesenian yang akan rutin digelar untuk menghibur wisatawan di panggung kesenian di antaranya jatilan, campursari, dan kesenian lain yang ada di wilayah Bantul.
Menurut dia, jumlah kunjungan wisatawan ke Gua Selarong setiap bulan rata-rata seitar 3.000-3500 orang dengan harga tiket masuk per orang Rp6.000. Sebagian besar adalah wisatawan lokal, terutama anak-anak sekolah.
"Wisatawan dari luar masih jarang. Berbagai kegiatan kesenian ini harapankan dapat menggaet wisatawan dari luar daerah," ujar Kuswanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Jadwal pemadaman listrik Jogja 16 Mei 2026 di Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Cek lokasi terdampak dan tips antisipasi.
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku mendapatkan pelayanan yang sama dengan pasien umum saat menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.