Jadwal DAMRI YIA-Jogja Hari Ini 21 September 2026, Masih Tarif Promo Rp50.000
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini 21 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan, dan tarif promo Rp50.000.
STTNas) Jogja siap memberikan pendampingan kepada komunitas mobil offroad dalam rangka mengembangkan teknik mesin dan desain./Ist-STTNas
Harianjogja.com, SLEMAN-Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNas) Jogja siap memberikan pendampingan kepada komunitas mobil offroad dalam rangka mengembangkan teknik mesin dan desain. Komunitas mobil offroad menggelar kegiatan di STTNas dalam rangkaian Jambore Daerah II pada Jumat (13/4/2018).
Kabag Humas STTNas Suparyanto menjelaskan pihaknya merangkul komunitas jip asal DIY yang juga turut dirangkul dalam rangka mengembangkan Prodi Teknik Mesin. Apalagi Teknik Mesin STTNas memiliki minat yang tinggi, bahkan masuk dalam sepuluh besar nasional peminatnya.
"Oleh karena itu keilmuan teknik mesin ini akan dikembangkan untuk masyarakat, terutama bidang otomotif," katanya di sela-sela Jambore Komunitas Mobil Offroad di STTNas, Jumat.
Ia menambahkan salah satu sasaran pengembangan keilmuan itu adalah keberadaan mobil offroad yang kini banyak diminati di Indonesia. Prodi Teknik Mesin akan mendampingi komunitas dalam rangka peningkatan kualitas mesin dan perencanaan desain mobil jip milik komunitas tersebut. Penerapan ilmu itu sekaligus sebagai bentuk pengabdian masyarakat salah satunya kepada komunitas jip.
"Ini kedua kalinya, yang pertama ikut di Salatiga tetapi skalanya masih kecil, sekarang ini agak diperluas," kata dia.
Mahasiswa Teknik Mesin dilibatkan dalam program itu dengan berbagai kemampuan mahasiswa. Namun ia menjamin kemampuan mahasiswa Teknik Mesin tak diragukan karena beberapa kali menjadi juara tingkat nasional dalam kompetisi mobil hemat.
"Mahasiswa bisa berpraktik bersama dengan teman-teman komunitas jip baik dari sisi mesin bagaimana melakukan setting double gardan dan lainnya maupun desain," tegas Paryanto.
Koordinator dari komunitas jip Wiyono mengapresiasi STTNas yang peduli terhadap komunitas mobil offroad. STTNas menjadi kampus pertama yang memiliki kepedulian dengan menggandeng komunitas mobil offroad. "Untuk jambore ini ada 17 unit mobil yang datang, perwakilan dari berbagai spesifikasi mulai dari balap dan lain-lain. Terdiri dari dua komunitas, yaitu Uwuk-Uwuk dan Jogja Jeep Community," ujarnya.
Ia berharap STTNas bisa terus memberikan pembinaan kepada komunitas sehingga memiliki tim yang tangguh. Pihaknya menyadari mobil offroad butuh spesifikasi kendaraan khusus, sehingga ia juga mengharapkan akademisi STTNas memberikan dukungan ilmu alih teknologi.
"Kami menyadari ketika kami membangun, merancang sampai membuat kendaraan ini aman hanya berdasarkan pengalaman tanpa ada kajian atau riset. Kami berharap STTNas bisa mengkaji itu di komunitas kami," ucapnya.
Ketua STTNas Ircham dalam sambutan upacara pelepasan peserta jambore menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti dalam bentuk kerja sama pendampingan teknologi. Dukungan laboratorium dan bengkel STTNas juga akan diberikan sebagai wujud pengabdian institusi kepada masyarakat.
STTNas tahun lalu merupakan Juara Umum Nasional Mobil Listrik bidang hemat energi, uji tanjakan dan pengereman, sehingga bisa dikembangkan pada mobil offroad.
"Selain itu robot STTNas juga menjadi andalan, sebentar lagi kami akan melepas tim robot STTNas untuk berlaga dalam lomba robot regional di Semarang," kata Ircham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini 21 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan, dan tarif promo Rp50.000.
RUU Reforma Agraria disahkan DPR hari ini. Regulasi ini mengatur pembentukan LPRA yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Mete Kaligayam, Semin, Gunungkidul, pernah diekspor ke Kanada pada 2016. Kini pemasarannya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia.
Banjir bandang menerjang Arosuka, Solok. Empat warga luka, 32 jiwa mengungsi, serta 11 kantor dan 28 kendaraan terdampak.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Harga pangan 22 September 2026 relatif stabil. Beras dan minyak goreng tetap, sedangkan seluruh jenis cabai kembali mengalami kenaikan.