Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Ilustrasi Pemilu. (JIBI)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul telah memulai proses pencocokan dan penelitian (coklit) data daftar pemilih Pemilu 2019 pada Selasa (17/4/2018).
Kegiatan yang berlangsung hingga 17 Mei mendatang ini menjadi tantangan bagi panitia pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) untuk bekerja lebih optimal.
Tugas seorang pantarlih ialah mendata warga secara langsung dengan metode door to door atau dari pintu ke pintu. Hal itu dilakukan guna menghindari adanya ketidakcocokan data di lapangan. Namun, masih ada Pantarlih yang tidak menerapkan metode tersebut.
“Masalahnya, sering kali cara kerja petugas Pantarlih hanya dari belakang meja dan tidak datang langsung ke rumah. Bahkan lantaran merasa sudah hafal dengan data warga pemilih, lantas melakukan coklit hanya berdasarkan perkiraan,” ujar Ketua KPU Gunungkidul Zaenuri Ikhsan, Selasa (17/4/2018).
Atas hal itu Zaenuri memperingatkan kepada seluruh petugas pantarlih untuk bekerja sungguh-sungguh mendatangi rumah warga. “Intinya laksanakan prosedur ini dengan benar,” tegasnya.
Terkait dengan data pemilih, Zaenuri mengaku masih ada beberapa warga yang belum terdaftar. Ia mengimbau kepada warga yang belum terdaftar dapat ditemui secara langsung oleh Pantarlih. Kemudian warga yang belum terdaftar menunjukkan salinan e-KTP atau surat keterangan (suket). “Atau apabila tidak dapat ditemui, bisa menggunakan teknologi berupa video call untuk saling bertatap muka,” katanya.
Hal tersebut karena persyaratan dalam undang-undang yang diadopsi KPU menyatakan syarat pemilih di Pemilu 2019 nanti adalah masyarakat yang telah memiliki e-KTP atau suket. Namun, apabila tidak dapat menunjukan e-KTP atau suket, Pantarlih akan meminta keluarga pemilih untuk menunjukkan Kartu Keluarga (KK).
"[Warga] Silakan lapor ke pantarlih dan ke PPS dengan membawa tanda bukti berupa stiker dan harus tanda tangan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.
OpenAI mewajibkan pengguna ChatGPT di Mac memperbarui aplikasi sebelum 12 Juni 2026 usai insiden keamanan siber internal.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.