Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Mayat perempuan ditemukan warga di selokan Selogedeng, Desa Argodadi, Sedayu, Bantul, Rabu (18/4/2018). Mayat yang diketahui bernama Ratijem, 60, warga desa setempat itu diduga korban tabrak lari.
Panit Reskrim Polsek Sedayu, Iptu Arujiyanto mengonfirmasi penemuan mayat tersebut, "Dimungkinkan itu korban laka lantas, ditangani Unit Lantas," kata Arujiyanto.
Mayat Ratijem pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pukul 07.00 WIB. Namun satu jam sebelumnya warga sudah menemukan sepeda onthel yang diduga milik korban.
Dari hasil pemeriksaan polisi dan tim medis Puskesmas Sedayu, ditemukan beberapa luka di jasad korban seperti pelipis, kening, punggung, dan kaki. Luka tersebut diduga akibat terserempet kendaraan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ratijem merupakan penjual pisang yang setiap pagi pergi ke Pasar Gamping sekitar pukul 02.30 WIB dan biasanya sudah pulang ke rumah pukul 05.30 WIB. Namun Rabu pagi Ratijem ditemukan meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mundur setelah protes nasional akibat skandal kebocoran soal NEET yang mengguncang jutaan siswa.
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw meninggal dunia karena sebab alami di Rusun ASN IKN. Simak kronologi dan perjalanan pengabdiannya.
Kementerian Kehutanan menanam 900 bibit mangrove di Raja Ampat untuk rehabilitasi pesisir, menjaga ekosistem, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
KPK menyita uang tunai lebih dari Rp4 miliar dari rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu dalam pengembangan kasus suap Bupati Rejang Lebong