Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026, Tarif Rp8.000
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Kepala Batan Prof. Djarot Sulistio Wisnubroto./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, SLEMAN--Sejumlah ilmuwan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) sedang mengkaji pemanfaatan limbah radioaktif untuk diubah menjadi baterai nuklir. Penggunaan baterai nuklir harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan aspek keamanan karena berkaitan dengan dampak radiasi.
Kepala Batan Prof. Djarot Sulistio Wisnubroto menjelaskan potensi limbah radioaktif yang bisa dimanfaatkan di Indonesia tergolong besar. Saat ini mencapai sekitar 3.000 sumber radiasi dari limbah radioaktif yang tersimpan di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Serpong.
Di Indonesia lebih dari 15.000 pemegang izin pemanfataan sumber radioaktif mulai dari perusahaan hingga rumah sakit di seluruh Indonesia. Sampahnya, ada yang dibuang di PTLR Serpon, tak sedikit pula limbah itu dikembalikan ke negara asal atau pengeskpor. Selain limbah dari berbagai pemegang izin, tiga reaktor nuklir milik Batan juga turut menghasilkan limbah serupa.
"Kami sedang meneliti untuk pemanfaatan limbah radioaktif ini menjadi baterai nuklir," katanya di sela-sela Rapat Koordinasi Pemanfaatan Limbah Radioaktif di STTN Batan Jogja, Kamis (19/4/2018).
Ia mengakui baterai nuklir memiliki ketahanan yang ampuh di berbagai kondisi. Kenyataan itu, seperti dilakukan Lembaga Antariksa Amerika Serikat (AS), NASA mengirim wahana ke Mars dengan menggunakan baterai nuklir yang bisa tahan dari berbagai cuaca. Pemanfaatan di Indonesia bisa diterapkan di daerah terpencil atau perbatasan sebagai sumber energi, terutama bagi aparat negara yang sedang bertugas di area tersebut.
"Salah satu yang merespons penelitian ini adalah Kementerian Pertahanan. Karena ini memang bisa dipakai sebagai baterai, misal dimanfaatkan militer yang bertugas di perbatasan," ujarnya.
Namun, memproduksi baterai nuklir tidak mudah. Djarot sendiri belum bisa memastikan, kapan Indonesia mampu melakukannya. Namun, tugas utama Batan meneliti masih berjalan hingga saat ini. Kajian itu sekaligus untuk mendapatkan data valid dari sumber ilmiah agar pemanfaatan limbah radioaktif menjadi baterai nuklir tidak menjadi berita bohong yang berseliweran di tengah masyarakat.
Pertimbangan keamanan menjadi sangat penting diulas dalam penelitian itu, karena baterai tersebut menyimpan radiasi yang dapat memancar dan membahayakan bagi manusia. Salah satu ilmuwan Batan yang secara khusus meneliti baterai nuklir Sudaryanto menegaskan selain aspek keselamatan, aspek sosial juga harus dipertimbangkan dalam penggunaan baterai nuklir. Masyarakat masih memiliki rasa takut semisal baterai nuklir dipakai untuk ponsel. Kenyataan sosial itu menjadi alasan keamanan dalam penelitian baterai nuklir.
Ia mengatakansalah satu limbah radioaktif yang bisa digunakan sebagai baterai nuklir adalah alat pengukur ketebalan kertas yang biasa digunakan pabrik rokok dan disebut strontium 90 yang dapat memancarkan sinar beta. “Tetapi di dalam alat itu membawa zat lain juga, jadi harus memilah untuk mengambil sinar beta. Strontium 90 ini secara teori limbahnya bisa jadi bahan baterai nuklir," kata dia.
Selain itu,ada plutonium-238 yang merupakan pemancar alfa yang lebih tajam radiasinya. Setiap kilogram plutonium-238 mampu menghasilkan daya radiasi 560 watt. Zat ini dapat dipakai sebagai baterai nuklir jenis radioisotope thermoelectric generator (RTG) antara 24 sampai 40 watt. Dalam pemakaian, radiasi dari plutonium akan berkurang setengahnya setelah dipakai 88 tahun. "Penelitian secara literatur sudah kami lakukan sejak lima tahun terakhir, kemudian ke praktik di baterainya sekitar setahun terakhir [sejak 2017]," kata dia.
Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir Batan Suryantoro mengatakan baterai nuklir merupakan alat yang mengubah energi radiasi yang dipancarkan zat radioaktif menjadi listrik. Zat itu memancarkan energi dalam bentuk gelombang yang biasa disebutan sinar gama serta partikel alfa. "Dalam penelitian ini kami akan berusaha mencari ini [baterai] membahayakan masyarakat atau tidak, merugikan atau tidak," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang