Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Ilustrasi pembangunan jamban warga./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Masih banyak masyarakat Gunungkidul yang belum memiliki jamban sehat mendorong Pemerintah mengadakan program jambanisasi, untuk meningkatkan pola hidup sehat, yang nantinya memiliki efek domino mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes), Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka mengatakan sampai saat ini hampir separuh masyarakat belum memiliki jamban sehat. “Sampai saat ini masih ada 40% lebih warga yang belum memiliki jamban sehat,” katanya Minggu (22/4/2018).
Meski tidak menyebut angka pasti, dia menilai masih terdapat ribuan kepala keluarga (KK) yang membutuhkan program jambanisasi. Kriteria jamban sehat sendiri menurutnya yang menggunakan leher angsa.
“Warga Gunungkidul sebenarnya 99,99 persen sudah tidak ada yang buang air besar sembarangan. Warga telah memiliki jamban namun dalam program jambanisasi ini yang dimaksud adalah jamban leher angsa,” ujarnya.
Terkait dengan anggaran, dia mengatakan bersumber dari provinsi hingga desa dan dilakukan secara bersamaan. Dia mengatakan data juga akan dipersiapkan dengan baik agar tidak terjadi tumpang tindih.
Dari pihak provinsi dia mengatakan sudah menyasar dua kecamatan yaitu Gedangsari dan Saptosari. Juga dari APBD Kabupaten menyasar beberapa kecamatan. Kemudian dari pemerintah kecamatan, melalui Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) sejak 2016 sudah memulainya dengan memanfaatkan pagu sebesar Rp1 miliar.
“Yang sudah dimulai dari Kecamatan Saptosari dengan anggaran Rp750juta untuk program jambanisasi,” ucapnya.
Dari peraturan bupati, APBDes secara stimulan menggelontorkan dana untuk jambanisasi. Masing-masing desa setidaknya mampu menyasar lima KK untuk program jamban sehat. “Kami menargetkan, 2019 program jambanisasi tuntas, kalau molor ya selesai 2020,” ucapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR) Gunungkidul, Eddy Praptono mengatakan, anggaran jambanisasi melalui APBD sebesar Rp500juta, masing-masing lokasi pembuatan jamban anggarannya Rp3,5juta.
“Total ada 7 desa dari empat kecamatan,” kata dia.
Berikut infografis tentang desa-desa yang disasar program jambanisasi oleh Pemkab Gunungkidul tahun ini:

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.