BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Ilustrasi Panen padi/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Memasuki musim tanam kedua, sejumlah petani di Sleman mulai menanam berbagai jenis tanaman. Khusus untuk padi, para petani memprediksi hasil panen bakal turun sekitar 20% di banding hasil panen pada musim tanam sebelumnya.
Ketua Kelompok Tani Lestari Mulyo, Dusun Kalirase, Desa Trimulyo, Kecamatan Sleman, Parjana, mengatakan petani di Sleman saat ini sudah memasuki musim tanam kedua. "Petani sudah memulai menanam sejak awal April hingga akhir April, sedangkan pada Mei mendatang tinggal perawatan," ujarnya saat ditemui Harian Jogja, Minggu (22/4/2018).
Parjana mengatakan, pada musim tanam kedua dari April sampai Agustus, akan terjadi penurunan produksi seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. "Hujan yang mulai jarang turun akan memengaruhi produksi padi," katanya.
Menurut Parjana, petani disarankan menanam padi dengan varietas lokal yang lebih sedikit membutuhkan air seperti Rojolele dan Cianjur pada musim tanam kedua ini. Berbeda dengan musim tanam kedua, pada musim tanam pertama, petani tidak disarankan untuk menanam varietas padi lokal dan lebih disarankan untuk menanam varietas padi seperti Bagendit dan Inpari.
"Kalau musim tanam curah hujan masih tinggi, sehingga kalau petani menanam Rojolele atau Cianjur yang batangnya lebih panjang, maka kemungkinan besar tanaman padi akan gampang roboh," katanya.
Menurut Parjana, dalam satu kali tanam padi, biaya produksi pada musim tanam pertama dan musim tanam kedua akan sama, namun hasil produksinya berbeda. "Untuk hasil produksi biasanya turun sekitar 20 persen karena kadar air akan berkurang," ujarnya.
Untuk musim tanam kedua, petani masih tetap memilih menanam padi. Sedangkan pada musim tanam ketiga yang dimulai Agustus, petani akan beralih menanam palawija serta hortikultura.
Ketua Gapoktan Margo Lestari, Turasman, mengatakan selain turunnya produksi, harga juga akan berbeda pada musim tanam kedua. "Harga pada jenis tanaman hortikultura biasanya akan naik," ujarnya, Minggu.
Menurut Turasman, pada musim kemarau, sebagian kecil petani akan beralih menanam hortikultura. "Namun ada yang tetap menanam padi karena modal biaya produksinya tidak mencukupi," ujar Turasman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.