Produksi Padi di Sleman Diprediksi Turun 20%

Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan Senin, 23 April 2018 13:15 WIB
Produksi Padi di Sleman Diprediksi Turun 20%

Ilustrasi Panen padi/JIBI

Harianjogja.com, SLEMAN—Memasuki musim tanam kedua, sejumlah petani di Sleman mulai menanam berbagai jenis tanaman. Khusus untuk padi, para petani memprediksi hasil panen bakal turun sekitar 20% di banding hasil panen pada musim tanam sebelumnya.

Ketua Kelompok Tani Lestari Mulyo, Dusun Kalirase, Desa Trimulyo, Kecamatan Sleman, Parjana, mengatakan petani di Sleman saat ini sudah memasuki musim tanam kedua. "Petani sudah memulai menanam sejak awal April hingga akhir April, sedangkan pada Mei mendatang tinggal perawatan," ujarnya saat ditemui Harian Jogja, Minggu (22/4/2018).

Parjana mengatakan, pada musim tanam kedua dari April sampai Agustus, akan terjadi penurunan produksi seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. "Hujan yang mulai jarang turun akan memengaruhi produksi padi," katanya.

Menurut Parjana, petani disarankan menanam padi dengan varietas lokal yang lebih sedikit membutuhkan air seperti Rojolele dan Cianjur pada musim tanam kedua ini. Berbeda dengan musim tanam kedua, pada musim tanam pertama, petani tidak disarankan untuk menanam varietas padi lokal dan lebih disarankan untuk menanam varietas padi seperti Bagendit dan Inpari.

"Kalau musim tanam curah hujan masih tinggi, sehingga kalau petani menanam Rojolele atau Cianjur yang batangnya lebih panjang, maka kemungkinan besar tanaman padi akan gampang roboh," katanya.

Menurut Parjana, dalam satu kali tanam padi, biaya produksi pada musim tanam pertama dan musim tanam kedua akan sama, namun hasil produksinya berbeda. "Untuk hasil produksi biasanya turun sekitar 20 persen karena kadar air akan berkurang," ujarnya.

Untuk musim tanam kedua, petani masih tetap memilih menanam padi. Sedangkan pada musim tanam ketiga yang dimulai Agustus, petani akan beralih menanam palawija serta hortikultura.

Ketua Gapoktan Margo Lestari, Turasman, mengatakan selain turunnya produksi, harga juga akan berbeda pada musim tanam kedua. "Harga pada jenis tanaman hortikultura biasanya akan naik," ujarnya, Minggu.

Menurut Turasman, pada musim kemarau, sebagian kecil petani akan beralih menanam hortikultura. "Namun ada yang tetap menanam padi karena modal biaya produksinya tidak mencukupi," ujar Turasman.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online