Prakiraan Cuaca DIY 26 September: Jogja Capai 34 Derajat
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 26 September 2026 didominasi berawan. Suhu Kota Jogja diprediksi mencapai 34 derajat Celsius.
Dosen Ahli Bencana Alam dan Rekayasa Kegempaan FTSP UII Prof. Sarwidi./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, SLEMAN--Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Univeristas Islam Indonesia (UII) mengidentifikasi bangunan yang roboh akibat gempa di Banjarnegara. Hasilnya, banyak bangunan yang tidak sesuai standar, sehingga ke depan perlu didorong pendampingan dalam hal konstruksi untuk mengurangi risiko bencana bagi warga.
Dosen Ahli Bencana Alam dan Rekayasa Kegempaan FTSP UII Prof. Sarwidi mengaku prihatin dengan adanya dua korban jiwa dalam gempa yang terjadi di Banjarnegara beberapa waktu lalu. Dari hasil analisisnya di lapangan, ada indikasi perbesaran goncangan di beberapa tempat di Banjarnegara.
Bangunan yang rusak berat sebagian besar tidak mengikuti kaidah membangun hunian tahan gempa. Antara lain, struktur yang kurang menyatu, mutu tembok yang rendah hingga keberadaan material kayu dan bambu yang sudah lapuk, hingga penggunaan pasir yang tidak standar.
"Sehingga bangunan yang kurang memenuhi standar keamanan gempa banyak yang roboh dan rusak berat," ucapnya, Senin (23/4/2018).
Guru besar yang menjadi pengarah di BNPB ini menambahkan, di lokasi kerusakan ia menemukan ada inovasi bangunan oleh masyarakat dalam menekan biaya pembangunan dengan kombinasi tulangan baja dan bambu untuk memperkuat rangka beton. Namun, tidak dibuat sesuai dengan kaidah semestinya, seperti kekurangan pembuatan kait penyambungan tulangan, sambungan pada simpul antarelemen beton pengekang yang tidak memadai.
"Selain itu pemakaian tulangan baja terlalu kecil sehingga sangat lemah saat tulangan sudah berkarat akibat kurang sempurna dalam pembetonan. Kami sangat menghargai inovasi itu, sayangnya cuma teknis kurang memadai," katanya.
Ia menambahkan dalam serangkaian peristiwa gempa di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, mengindikasikan pola yang sama. Umumnya korban meninggal dan kerugian harta benda diakibatkan oleh dinding atau tembokan rumah mau pun bangunan umum. Oleh karena itu, Sarwidi menegaskan pengurangan risiko bencana akibat guncangan gempa akan jika efektif memprioritaskan pada antisipasi kerusakan bangunan tembokan dan sejenisnya.
"Dan antisipasi pada bangunan tembokan selama ini tergolong sangat lambat," kata dia.
Sarwidi menyarankan pentingnya memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat dalam membuat bangunan yang lebih antisipatif . Paling tidak seharusnya tidak ada korban jiwa, karena soal kerusakan memang tak bisa dihindari. Selain itu, perlu ada gerakan nasional pengurangan risiko bencana gempa agar menjadi kekuatan besar dalam mencegahp dampak korban jiwa akibat gempa.
"Gerakan ini perlu dilakukan karena sebagian besar permukiman di Indonesia terancam gempa," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 26 September 2026 didominasi berawan. Suhu Kota Jogja diprediksi mencapai 34 derajat Celsius.
Kejurda Esports DIY 2026 diikuti 209 atlet dan menjadi ajang penjaringan bibit untuk Porda 2027 serta PON 2028.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia untuk lima rute. Cek jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan dan kedatangan di setiap stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 29 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.