Basarnas Sekarang Punya Pos Siaga di Gunungkidul

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Jum'at, 27 April 2018 13:20 WIB
Basarnas Sekarang Punya Pos Siaga di Gunungkidul

Kepala Biro Hukum dan Kepegawaian Basarnas Pusat Agung Prasetyo (kiri) menyerahkan kenang-kenangan kepada Assisten 1 Sekda Gunungkidul, Sudodo (kanan) seusai audiensi kerja sama bangunan Pos Siaga Basarnas DIY, Wonosari, Kamis (26/4)./JIBI-Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) membangun pos siaga di Gunungkidul. Adanya pos siaga ini guna menunjang kinerja Basarnas DIY.

Kepala Biro Hukum dan Kepegawaian Basarnas Pusat Agung Prasetyo mengatakan pembentukan pos siaga tersebut terletak di jalan Jogja-Wonosari, Gading, Playen. Adapun bangunan yang digunakan untuk pos merupakan hasil peminjaman dari Pemkab Gunungkidul.

"Ini bentuk kerja sama antara kami dan Pemkab Gunungkidul," ujarnya seusai audiensi Basarnas dengan Pemkab Gunungkidul di ruang rapat Sekda Gunungkidul, Wonosari, Kamis (26/4/2018).

Agung mengungkapkan alasan pembentukan pos jaga tersebut karena melihat jarak pos siaga sebelumnya terlampau jauh. Sebagaimana diketahui keberadaan pos siaga di Pantai Congot, Kulonprogo dan Kantor Basarnas DIY di Bantul belum bisa menjangkau semua area. "Untuk itu, kami masih memerlukan [pos siaga] lagi di daerah Gunungkidul," katanya.

Pos siaga di wilayah Gunungkidul diakuinya akan memudahkan petugas piket basarnas untuk memberikan pertolongan apabila terjadi peristiwa kecelakaan atau bencana. "Meskipun demikian kinerja Basarnas di Kantor Basarnas DIY dan Pos Siaga Congot sudah cukup bagus," ujarnya.

Perihal jarak ujar Agung sebenarnya tidak ada ketentuan. Menurutnya yang terpenting adalah respons petugas bisa cepat. "Kami tidak bisa ukur berapa kilo. Respons time itu yang penting, tapi kan kalau jarak makin dekat maka respon juga makin cepat," ujarnya.

Terkait dengan kecepatan merespon, Agung menjelaskan jika saat ini pihaknya telah mempersingkat waktu persiapan penanggulangan bencana dari 30 menjadi 15 menit. Adapun interval waktu tersebut dimulai sejak informasi berita bencana diterima. "Waktu respons kami kini 15 menit semua personel dan alat harus siap dan langsung jalan. Ini sudah kami persingkat sebelumnya 30 menit," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online