Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi cuaca./Harian Jogja-Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dalam sebulan terakhir, Kabupaten Gunungkidul dilanda hujan disertai angin kencang. Akibatnya banyak kerugian materi yang ditimbulkan. Atas hal itu masyarakat diminta waspada.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, cuaca yang melanda Gunungkidul selama April ini sulit diprediksi. “Beberapa waktu yang lalu sampai saat ini cuaca memang tak menentu, bisa panas tapi tiba-tiba hujan dan angin kencang di wilayah tertentu," ujarnya kepada Harianjogja.com, Jumat (27/4/2018).
Menurut data BPBD Gunungkidul, selama bulan April, terhitung 19 rumah rusak akibat anomali cuaca tersebut. Selain itu sejumlah pohon bertumbangan dan menutup akses jalan serta merusak fasilitas umum seperti jaringan listrik dan balai warga.
"Karena memang di beberapa titik hujan disertai angin kencang akibatkan kerugian, Ini yang selalu menjadi kewaspadaan kami," kata Edy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.