Viral Anak Ayam Jadi Suvenir Pernikahan Rangga dan Nunu Tuai Kritik Warganet
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Peserta wisuda UJB berdiri dan membelakangi mimbar Senat untuk mengucapkan terima kasih kepada orang tua dan keluarga, dalam prosesi rangkaian wisuda, Sabtu (27/4/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Tantangan lulusan perguruan tinggi semakin berat di era milenial saat ini. Intelektual muda harus terus mengembangkan keilmuan setelah keluar dari bangku kuliah, terutama menyeimbangkan kemampuan antara softskill, teknologi digital dan akademik.
Kabid Akademik dan Kelembagaan Kopertis Wilayah V DIY Tunggul Priyono mengatakan kemampuan manajemen skill, kecerdasan yang dimiliki para intelektual muda yang baru saja dikukuhkan kelulusannya, tak akan ada artinya jika tak diimplementasikan ke tengah masyarakat dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Di sisi lain, era milenial yang tantangannya semakin berat dan kompleks, upgrade keilmuan sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran berproses di tengah masyarakat.
Ia mengatakan penguasaan softskill dengan matang menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki agar mampu bersaing di era milenial. Softskill yang berkaitan dengan kecerdasan emosional, kepribadian hingga optimisme menjadi bekal utama. "Selain menguasai softskill yang baik, harus menguasai teknologi, manajemen waktu, komunikasi dan pandai berkolaborasi," ucapnya saat Wisuda Universitas Janabadra (UJB), Sabtu (28/4/2018).
Rektor UJB Cungki Kusdarjito menyatakan dalam wisuda periode April 2018 itu diikuti 242 peserta, terdiri atas 189 dari program sarjana dan 53 dari magister. Dari jumlah itu, 52 orang lulus dengan pujian, IPK tertinggi 4,00 dari Prodi Ilmu Hukum Program Sarjana. Mahasiswa yang diwisuda periode ini baik dari magister maupun sarjana, angkatan 2016 ada 44 orang, 2015 tercatat 28 orang, 2014 ada 83 orang, 2013 ada 53 orang, 2012 terhitung 18 orang dan angkatan 2010-2011 mencapai 16 orang. "Sehingga total lulusan UJB sampai periode April 2018 total 16.197 orang, paling banyak di prodi manajemen mencapai 6.269 orang," ucap dia.
Cungki menambahkan kelulusan itu harus dijadikan sebagai awal perjuangan untuk terus mengembangkan keilmuan guna menjawab tantangan di era milenial. Pengetahuan yang diperoleh harus menjadi lahan pengabdian, penerapan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama di UJB. "Kelak jika mereka bekerja di instansi pemerintah, swasta atau menjadi wirausahawan mandiri, sangat diharapkan membangun masyarakat Indonesia agar sejahtera," katanya.
Berkaitan dengan tantangan para lulusan di era milenial, Rektor menegaskan pentingnya melakukan beberapa hal, antara lain memiliki kemampuan berpikir dan bertindak dengan cepat, menerima masukan dan feed back, selalu memiliki digital mindset dan menerapkan ilmu yang diperoleh untuk membantu masyarakat. "Keseimbangan antara softskill, akademik dan digital sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman," kata dia.
Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni UJB Heri Sebayang dalam sambutannya mengingatkan ketatnya persaingan kerja di era milenial. Keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia bukan hanya pada level perencana, tetapi sudah memasuki buruh. Oleh karena itu, para intelektual muda harus selalu berpikir kreatif dan inovatif. Terutama dengan menciptakan lapangan kerja sendiri melalui berbagai produk yang dihasilkan secara mandiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suvenir pernikahan Rangga dan Nunu berupa anak ayam hidup dalam kotak mika menuai kritik warganet karena dinilai tak layak.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.