Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, BANTUL- Dua bocah laki-laki yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) tewas tenggelam di embung Julantoro, Dusun Karangnongko RT 08, Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Senin (30/4/2018) siang. Kedua korban tenggelam karena terpeleset saat mencari ikan di pinggir embung.
Kedua korban tersebut, yakni Yohara, 8, dan Muhammad Iyam Ramadhan, 8. Keduanya warga Dusun Karangnongko RT 09, yang tidak jauh dari embung. Kapolsek Sewon, Komisaris Subadi mengkonfirmasi kejadian tersebut. "Iya benar nama korbannya itu. Jenazah sudah diambil pihak keluarga," kata Subadi.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu kedua korban bersama lima temannya sedang bermain di pinggir embung sambil mencari ikan dengan jaring. Korban Muhammad Iyam terpeleset dan jatuh ke embung sedalam sekitar dua meter.
Mengetahui temannya tenggelam, Yohara menolong dengan menceburkan diri ke embung. Namun, nahas keduanya tidak bisa berenang dan tenggelam. Teman-teman korban pun ikut menolong dan berhasil membawa Iyam Ramadhan ke darat dalam kondisi kritis.
Iyam dibantu warga sekitar langsung dilarikan ke rumah sakit di Ring Road selatan, namun nyawanya tidak tertolong setelah satu jam penanganan medis. Sementara Yohara sudah dalam keadaan tidak bernyawa setelah dievakuasi oleh Kastowo, yang tidak lain ayah dari Yohara, setelah mendengar kabar anaknya tenggelam.
Subadi mengatakan sebenarnya pinggir embung sudah dipasang dengan pagar besi setinggi sekitar 1,5 meter, namun masih memungkinkan untuk diterobos orang. Menurut dia, kedua korban telat mendapat pertolongan, "Korban kemungkinan tidak bisa berenang. Kedalaman kolam juga sekitar 2-3 meteran," ujar Subadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.