BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Sejumlah peserta UNBK program paket A dari PKBM Mandiri Karen sedang mengerjakan soal ujian nasional di SMA Negeri 1 Kretek, Kamis (3/5/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Sebanyak 110 peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) program Paket C di Bantul tidak hadir alias absen. Mereka harus mengikuti UNBK susulan pada 11-13 Mei mendatang untuk mendapatkan ijazah setingkat sekolah menengah atas (SMA) tersebut.
Total peserta UNBK program paket C sebanyak 680 orang, yang tersebar di 13 pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). Dari jumlah tersebut, yang hadir hanya 570 orang. "Yang tidak hadir 110 orang tidak ada alasan," kata Kepala Seksi Peserta Didik Bidang Pendidikan Nonformal, Dwijono Hartanto, Kamis (3/5/2018).
Hartanto menduga peserta yang tidak hadir seperti yang sudah-sudah karena tidak mendapat izin libur dari perusahaan bagi peserta yang sudah bekerja. Namun, ada juga peserta yang sudah bekerja di luar kota sehingga sulit dihubungi. Selain itu, peserta yang tidak hadir karena menikah dan memiliki anak sehingga belum sempat mengikuti UNBK.
Sejauh ini diakui dia, selama proses UNBK program paket C yang berakhir 30 April tersebut tidak ada kendala berarti, karena semua peserta sudah mendapat pelatihan sebelumnya. Jaringan Internet, listrik, dan komputer juga tidak ada persoalan.
Semua PKBM menggelar UNBK di sekolah SMA dan SMP negeri yang paling dekat dengan PKBM. "Karena semua PKBM tidak memiliki komputer yang cukup untuk menggelar UNBK mandiri," ujar Hartanto yang biasa disapa Tanto.
Pengelola PKBM Mandiri Karen, Kretek, Bantul, Yuli Sutanta mengatakan total peserta UNBK paket C di lembaganya sebanyak 23 orang, tetapi yang hadir hanya 15 orang. Sisanya absen dengan berbagai alasan, mulai dari kerja hingga ikut suami ke luar kota. Pihaknya akan mengupayakan peserta didiknya untuk ikut ujian susulan agar semuanya lulus dan mendapat ijazah.
Dalam menggelar UNBK paket C, PKBM Mandiri Karen menumpang di SMA Negeri 1 Kretek yang berjarak sekitar lima kilometer. Yuli mengatakan persoalan teknis ujian tidak ada persoalan, hanya pihaknya menyayangkan selama proses UNBK tidak ada bantuan pendanaan dari pemerintah, baik Pemda DIY maupun Pemkab.
"Tahun lalu kami masih mendapat bantuan minimal untuk biaya pengawas dan proktor. Tapi tahun ini tidak ada sama sekali. Kami akhirnya mencari dana sendiri," ucap Yuli.
Ia tidak mengerti kenapa pemerintah lepas tangan terhadap perkembangan PKBM. Padahal keberadaan PKBM sangat penting bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang tidak mampu mengikuti pendidikan formal.
Selain menggelar UNBK program paket C, semua PKBM di Bantul juga menggelar UNBK program paket B yang rencananya mulai digelar Jumat (4/5/2018) hari ini. Total peserta UNBK Paket B yang tercatat 754 orang, yang tersebar di 16 PKBM.
Sementara ujian program paket A atau setingkat SD dilaksanakan berbasis kertas yang sudah digelar sejak Kamis (3/5/2018) kemarin hingga Minggu besok. Total peserta sebanyak 293 orang, yang berasal dari 11 PKBM. Proses ujian program paket A dengan jam pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia, kemarin, berlangsung lancar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Prabowo meminta TNI mengutamakan sistem prestasi, bukan sekadar senioritas, serta memperkuat sinergi lintas lembaga dan penguasaan teknologi.
Densus 88 menangkap 11 tersangka terorisme di enam provinsi. Mereka diduga terkait jaringan Daulah Islamiyah dan menjalani pelatihan.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Hyundai membatalkan peluncuran Ioniq 3 di Australia karena biaya impor tinggi. Harga mobil listrik itu dinilai sulit bersaing.
JNE mendukung kolaborasi MANDALAS dan Yayasan Habibie & Ainun melalui koleksi batik “Menemani” dalam menyambut Hari Batik Nasional 2026.