Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar
Akselerasi Pertumbuhan Pebisnis Muda, Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar dan Akses Modal
Ribuan lansia mengikuti senam massal di Pantai Baru, Srandakan, Bantul, Minggu (6/5/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Sosial (Dinsos) DIY tengah menyiapkan payung hukum untuk menekan penelantaran orang tua lanjut usia (lansia). Payung hukum tersebut nantinya dapat memidana orang yang menelantarkan lansia.
Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi mengatakan payung hukum berupa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Lansia sudah masuk di Biro Hukum Sekretariat Daerah Pemda DIY dan akan segera diusulkan ke DPRD DIY untuk dibahas.
Ia berharap raperda itu menjadi acuan bagi masyarakat dalam melindungi lansia. Bahkan raperda itu juga akan mengatur soal sanksi bagi orang yang menelantarkan lansia. "Jika ada keluarga yang melakukan kekerasan fisik, nonfisik, dan menelantarkan lansia akan terkena sanksi," kata Untung, seusai menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Pantai Baru, Srandakan, Bantul, Minggu (6/5/2018).
Menurut Untung, banyak lansia di DIY yang ditelantarkan keluarganya. Kasus ini tidak hanya dari keluarga tidak mampu. Bahkan kalangan keluarga mampu juga ditemukan menelantarkan orang tua yang sudah lanjut usia, karena dianggap menjadi beban keluarga.
Padahal kata dia, lansia merupakan aset yang seharusnya menjadi ladang amal bagi anak untuk selalu menghormati dan merawat. Bukan sebaliknya malah menelantarkan, bahkan menjadikan orang tua sebagai pembantu rumah tangga.
"Kalau ada lansia yang tidak terima dengan perlakuan di keluarga nanti bisa melapor. Nanti akan diatur dalam raperda soal hak dan kewajiban lansia," ucap Untung.
Berdasarkan data Dinas Sosial, jumlah lansia yang telantar di DIY sampai akhir 2017 lalu sebanyak 45. 765 orang. Sedikit menurun dibanding 2016 lalu yang mencapai 46.362 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 214 orang di antaranya ada di panti sosial yang dikelola DIY di Adiyoso Pakem Sleman dan Budi Luhur Kasongan Bantul.
Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Lansia Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial DIY Wienarti Widowati mengatakan data lansia yang telantar itu sebagian besar dari kalangan warga tidak mampu. Namun ada juga dari keluarga yang cukup mampu secara ekonomi tetapi secara sosial miskin karena tidak mempedulikan orang tuanya.
Belum lama ini, pihaknya menemukan lansia yang ditinggal anaknya di salah satu rumah sakit. Lansia tersebut sebelumnya diantar keluarganya sampai rumah sakit. Namun setelah itu ditinggal. "Terpaksa kami yang mengurus, kemudian dititipkan di Panti Sosial," ujar Wienarti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akselerasi Pertumbuhan Pebisnis Muda, Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar dan Akses Modal
Veda Ega Pratama gagal melaju ke Q2 Moto3 Aragon 2026 setelah finis P8 di Q1. Ia akan memulai balapan dari posisi start hasil kualifikasi
Lebih dari 100 perusahaan meminta pertahanan siber diperkuat menghadapi ancaman AI yang dapat menyasar rumah sakit, pengolahan air, dan infrastruktur internet.
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono mendorong keluarga kader menjadi kekuatan partai menghadapi verifikasi 2027 dan Pemilu 2029.
Penjualan BYD turun 15,72% pada semester I 2026, tetapi ekspor melonjak 67,8% menjadi 792.000 unit di tengah persaingan pasar China.
Saham Unitree Robotics melonjak 629% saat debut di Shanghai dan membuat kekayaan Wang Xingxing mencapai US$16 miliar. Namun, sahamnya kemudian anjlok.