6 Penyelam Basarnas Cari Korban di Dalam KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Ilustrasi Sekolah/Ist-Riauonline
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Penggabungan sekolah dasar tak bisa dilakukan sembarangan meski sekolahan itu mengalami kekurangan murid.
Di SD Negeri Wonolagi misalnya, penggabungan sekolah dianggap perlu dilakukan karena tahun ini total siswanya cuma 10 orang. Untuk Kelas III sampai V tidak ada murid sehingga tahun depan tidak ada pelaksanaan ujian nasional.
“Rencana penggabungan pernah ada tetapi tidak terlaksana karena kondisi lingkungan. Sekolahan ini [SDN Wonolagi] menjadi SD layanan khusus, cuma menerima untuk Dusun Wonolagi [Desa Ngleri, Kecamatan Playen],” ungkap staf pengajar SDN Wonolagi, Tri Hariyani, Minggu (6/5/2018).
Lokasi SDN Wonolagi terpencil dan hanya itu satu-satunya sekolah dasar di Dusun Wonolagi sehingga masih dibutuhkan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SD tersebut. Menimbang kondisi yang seperti itu, beberapa kali rencana penggabungan tak bisa direalisasikan.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Bahron Rasyid mengungkapkan, memang ada kemungkinan sejumlah sekolah dasar akan digabung, terutama untuk sekolah dengan kondisi kelas yang kosong. Tujuan penggabungan itu agar siswa mampu bersosialiasasi dengan siswa lain serta berkompetisi dalam bidang akademik.
“Sebenarnya sedikit siswa, nilai positifnya bisa menerima pelajaran lebih mudah karena guru lebih fokus dalam memberikan materi. Namun, penggabungan juga bisa menjadikan siswa lebih berkompetisi dari sisi akademik dengan siswa lainnya,” paparnya.
Selain menambah daya saing dan meningkatkan sosialisasi, penggabungan sekolah bisa menghemat anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten. Sebab, dengan melihat adanya sekolah dengan jarak yang berdekatan, alangkah lebih baik jika digabungkan.
Namun, penggabungan tidak bisa dilakukan sembarangan. Perlu melihat letak geografis serta nilai historis sekolah tersebut. “Contohnya saja SDN Wonolagi. Di SD itu [Wonolagi] kan akses serba susah. Kalau siswa digabungkan ke sekolah lain yang jaraknya lebih jauh, malah menyusahkan murid. Jadi, lebih baik dipertahankan demi kebaikan bersama,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.