Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Foto ilustrasi. /Reuters-Srdjan Zivulovic
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman mengimbau pecandu narkoba segera melapor untuk direhabilitasi sebelum overdosis. Berbagai fasilitas rehabilitasi sudah disiapkan.
Penyuluh Narkoba BNN Kabupaten Sleman, Sugani Jiyantoro, mengatakan masih banyak pecandu narkoba enggan melapor ke BNN maupun ke beberapa lembaga rehabilitasi karena takut bakal diproses secara hukum. "Padahal pengguna narkoba ketika melapor justru kami dampingi. Kalau tidak terlibat sebagai pengedar, mereka akan langsung direhabilitasi," ujar Jiyantoro saat ditemui Harian Jogja, Selasa (8/5/2018).
Sampai saat ini sudah ada lembaga rehabilitasi yang disiapkan apabila ada pengguna narkoba melapor. Beberapa instansi seperti RSUD Sleman, Puskesmas Murangan 1, Puskesman Tempel 1, Puskesmas Gamping 2, Puskesmas Mlati 1, Puskesmas Berbah, dan Puskesmas Depok 3 disiapkan apabila ada pengguna narkoba melapor untuk direhabilitasi.
Selain lembaga dari pemerintah, ada juga dari komponen masyarakat yang bisa menerima laporan pengguna narkoba untuk dilakukan rehabilitasi seperti Ponpes Bidayatussalikin, RSU Queen Latifa, Klinik Widuri, dan RS Puri Husada.
Jiyan mengatakan pengguna narkoba sebaiknya melapor ke BNN Sleman maupun ke lembaga rehabilitasi agar tidak terlanjur overdosis. "Kemarin ada anak kelas tiga SMA lapor ke BNN untuk direhabilitasi setelah sebelumnya merasakan efek dari tembakau gorila," kata Jiyantoro.
Menurutnya saat ini tren pengguna narkoba di Sleman paling banyak menggunakan psikotropika seperti jenis pil sapi dan pil koplo, sedangkan pengguna lain ada juga yang menggunakan sabu-sabu dan ganja. Jiyantoro mengatakan untuk upaya memberikan pemahaman pada pengguna narkoba agar segera melapor, BNN Sleman selalu melakukan sosialisasi ke tempat-tempat rawan dan bahaya narkoba.
Kepala BNN Sleman, Kuntadi, mengatakan di Sleman tingkat prevalensi narkoba pada 2018 dengan usia populasi 10 sampai 59 tahun mencapai 1,19% atau 9.877 jiwa. "Kami berusaha menekan tingkat prevalensi karena untuk menghapus sangat susah," kata Kuntadi.
Menurut Kuntadi, pencegahan yang dilakukan tidak hanya dilakukan BNN tapi juga dari masyarakat terlibat salah satunya melalui laporan untuk rehabilitasi sebelum mengalami overdosis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.