Petugas Palang Merah Indonesia Kulonprogo membawa jenazah Sadi ke rumah duka yang berada di Wonogiri, Sabtu (12/5/2018). /Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Seorang pekerja pembuatan pipa aliran air dari Unit Pengelolaan Air Bersih Bendungan Sapon, Lendah ke New Yogyakarta Internasional Airport mati, Sabtu (12/52018).
Pekerja bernama Sadi, 41, warga Dusun, Tenggar Ngelo, Conto, Bulukerto, itu meninggal selepas menggali tanah untuk memasukan pipa saluran air sebesar 250 milimeter.
"Sempat pingsan minta makan dan minum, terus minta dikeroki, sudah sehat kembali, kok tiba tiba lemas," kata rekan korban, Sakat, 34, yang juga tetangga Sadi.
Melihat tubuh kawannya melemas, Sakat membawa korban ke Puskesmas Lendah II untuk dirawat. Namun, saat tiba di lokasi nyawa Sardi tidak dapat tertolong.
Dirinya juga mengungkapkan, korban sebelum datang ke lokasi proyek pembangunan yang berada di Desa Garongan, Panjatan sempat merasakan sakit. Menurutnya korban sempat berobat dan mendapat suntikan.
"Pukul 02.00 WIB datang dari Wonogiri, kemudian dirinya baru makan sekitar pukul 08.00, mungkin kecapaian," katanya.
Sementara Kapolsek Panjatan, AKP Tejamurti, mengatakan atas pemeriksaan dokter Puskesmas Panjatan II beserta pemeriksaan yang dilakukan oleh polisi, tidak didapati adanya bukti kekerasan dan kecelakaan kerja.
"Sementara bukan kecelakaan kerja, dari saksi dan dokter korban dalam keadaan sakit saat bekerja, biasanya di sebut angin duduk," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.