Jalan Jogja-Solo di Bogem Prambanan Alami Penyempitan Hari Ini
Pengaspalan Jalan Janti-Prambanan berlangsung Senin 3 Agustus 2026 pukul 08.00-12.00 WIB. Pengendara diminta waspadai penyempitan jalur.
Ilustrasi./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, SLEMAN-Panitia Lokal (Panlok) 46 mencatat sedikitnya 2.300-an pendaftar jalur Seleksi Bersama Masuk Perguran Tinggi Negeri (SBMPTN) tidak hadir alias absen saat pelaksanaan ujian yang dihelat pada Selasa (8/5/2018) lalu.
Panlok memastikan tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan ujian SBMPTN meski sempat mencurigai keberadaan tiga nama identitas yang sama mendaftar melalui Panlok 46 DIY.
Ketua Panlok 46 DIY SBMPTN Prof Margana menjelaskan, jumlah peserta SBMPTN yang tidak hadir mencapai 2.369 orang dari total jumlah pendaftar 43.824 orang.
Ketidakhadiran pada Ujian Tulis Basis Cetak (UTBC) mencapai 2.266 orang, dengan rincian ujian digelar di UGM tercatat 807 peserta tidak hadir, 788 di UNY, 294 di UIN, 286 di UPN dan 91 peserta tidak hadir mengikuti ujian di ISI Yogyakarta. Dalam ujian kemarin, UGM memiliki tanggungjawab menampung 16.757 peserta, UNY 17.378 peserta, UPN 3.500, UIN 3.304 dan ISI 1.040 peserta.
"Untuk yang UTBC persentase kehadiran cukup tinggi mencapai 94,60 persen, sisanya 5,40 persen tidak hadir, dari total pendaftar UTBC ada 41.797 peserta," terangnya kepada Harianjogja.com, Sabtu (12/5/2018).
Ia menambahkan, ketidakhadiran peserta SBMPTN pada Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) mencapai 103 orang dari total 1.845 pendaftar. Pelaksanaan UTBK di UGM misalnya, dari 810 peserta yang seharusnya mengikuti ujian di kampus ini tercatat 40 peserta tidak hadir, kemudian di UNY yang seharusnya ada 470 peserta, sebanyak 36 di antaranya tidak hadir, lalu di UPN yang menampung 300 peserta ada 14 yang tidak hadir.
"Di UIN yang seharusnya ada 231 peserta mengikuti ujian komputer di kampus ini, ada sembilan orang tidak hadir dan di ISI ada empat tidak hadir dari total peserta 21 orang, itu hasil rekapitulasi kehadiran peserta SBMPTN Panlok 46," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengaspalan Jalan Janti-Prambanan berlangsung Senin 3 Agustus 2026 pukul 08.00-12.00 WIB. Pengendara diminta waspadai penyempitan jalur.
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
DPRD DIY menyoroti alih fungsi lahan pertanian 150-200 hektare per tahun dan meminta RPPLH 2026-2056 menjadi dasar pembangunan berkelanjutan.
PDI Perjuangan Sleman menggelar sarasehan Kudatuli untuk memperkuat militansi kader, menjaga soliditas partai, dan menyerap aspirasi senior.
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Brussels memperpanjang status waspada kekeringan level kuning akibat cadangan air tanah terus menurun dan cuaca kering yang masih berlanjut.