Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Ilustrasi kemarau di ladang pertanian/Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan, Gunungkidul, belum dapat menyampaikan terkait bantuan pada petani yang mungkin nanti akan terdampak kekeringan, pada dasarnya pihak dinas akan berkordinasi dengan BPBD dan pihak terkait lainnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bambang Wisnu Broto mengatakan saat ini belum menerima laporan masuk terkait dampak kekeringan. “Kami belum menerima laporan untuk dampak kekeringan, terkait bantuan apa nanti jika ada yang kekeringan kami belum bisa menjawab,” ujarnya, Senin (14/5).
Ia menyarankan kepada petani untuk memberikan mulsa pada tanaman, bisa berupa jerami atau gedebok pisang untuk mengurangi penguapan air. Mulsa tersebut ditempatkan pada sekitaran tanaman. Meski dapat mengurangi penguapan air, dia menghimbau untuk lebih memilih jenis tanaman yang tidak memerlukan air terlalu banyak, untuk menghindari resiko.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Gunungkidul, Raharjo Yuwono menambahkan biasanya para petani sudah hafal jika akan masuk musim kemarau atau kekeringan, dengan memilih tanaman yang pas. “Petani sudah pintar biasanya sudah menghitung cukup tidak air untuk sampai panen tiap musimnya. Untuk yang padi biasanya yang ada sumber air. Selain itu para petani juga memanfaatkan pompa air untuk pengairan. Tadi kami juga monitoring daerah Semin, Ngawen, Nglipar belum ada puso karena kekeringan,” katanya.
Ia mengatakan biasanya akan ada laporan jika ada puso akibat kekeringan atau bencana lainnya. Dia mengatakan untuk saat ini pada daerah kering tidak menanam lagi tetapi menunggu panen ubi.
Dia mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai atau melaksanakan pengamatan hama dan penyakit tanaman, dan segera melakukan pengendalian agar serangan tidak semakin berat.“Saat ini kami juga mulai persiapan tanam yang musim hujan tahun ini, misal kebutuhan benih petani, waktu pengolahan tanahnya. Agar petani pada musim penghujan pertama langsung siap tanam,” ujar Raharjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.