Persija vs Persib Hari Ini, Prediksi Skor dan Line Up
Persija vs Persib tersaji di Liga 1 2026. Simak jadwal, line up, head to head, dan prediksi skor laga panas ini.
Buruh gendong di Pasar Beringharjo belajar membaca Alquran./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Perempuan-perempuan yang menjadi buruh gendong di Pasar Beringharjo, Kota Jogja, mengisi Ramadan dengan belajar membaca Alquran. Banyak yang sudah lancar, tetapi tak sedikit yang masih terbata-bata.
Umurnya memang sudah kepala empat. Hari-harinya penuh dengan usaha mengumpulkan sedikit uang sebagai buruh gendong di Pasar Beringharjo, Jogja. Namun, Isah, 44, masih bersemangat belajar mengaji.
Huruf demi huruf bertuliskan Arab diejanya satu per satu. Jari telunjuk kanannya mengikuti baris tempat huruf Arab itu ditulis. “Ka-Ta-Ba. Ja-La-Sa,” begitu kata warga Sentolo, Kulonprogo, ini.
Sudah hampir setahun dia belajar membaca Iqro’. Dulu, waktu kecil sebenarnya huruf-huruf Arab itu sudah dipelajari. Namun, Isah belum fasih dan lancar untuk membaca Alquran. 40 tahun berlalu, hati Isah tergerak untuk belajar lagi.
“Saya ingin bisa mengaji,” kata dia.
Isah tidak sendiri. Puluhan ibu-ibu yang menjadi buruh gendong di Pasar Beringharjo juga punya niat yang sama. Sebagian sudah lancar melafalkan Alquran, tapi kurang petah. Keinginan mereka dipenuhi oleh BMT Beringharjo.
Saban Jumat, mereka duduk bersimpuh di tikar yang digelar. Mereka yang masih dalam tahap belajar membaca Iqra, sedangkan yang sudah lancar membaca Alquran.
Yanuar Eko Purnomo, guru mengaji mereka, dengan sabar membimbing mereka untuk pelan-pelan melafalkan kalimat Alquran dengan baik. Menurut karyawan BMT Beringharjo ini, cukup mudah membimbing para buruh gendong untuk mengaji.
“Sebab mereka sudah punya dasar.”
Meski begitu, tidak sedikit dari mereka yang belajar dari awal sehingga butuh bimbingan khusus.
“Yang baru mulai belajar mengaji ya lucu-lucu gampang,” ucap dia.
Juminem, 56, juga warga Sentolo, senang dengan program tersebut. Dia jarang belajar mengaji karena harus menjadi buruh gendong demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sejak 1986, Juminem menjadi buruh gendong. Ia baru merasa hatinya ayem saat mengaji Alquran di pasar.
“Dulu waktu kecil tidak sempat [ngaji]. Untung saja ada program ini, sekarang sehari bisa beberapa lembar [membaca Alquran],” kata dia.
Suyatmi, 43, Ketua Paguyuban Buruh Gendong Sayur Rukun bercerita awalnya ia menumpahkan kegelisahan anggotanya yang ingin belajar mengaji kepada BMT Beringharjo. Gayung bersambut. Lembaga simpan pinjam ini pun ingin membantu membimbing dan mengajari para buruh gendong agar bisa membaca Alquran. “Kemudian kami sepakat belajar mengaji bakda Salat Jumat. Itung-itung mencari berkah Ramadan,” ucap dia.
Pada awal Ramadan ini, permintaan terhadap jasa mereka sedang sepi, padahal tuntutan hidup harus terus dipenuhi. Sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB, para buruh gendong ini mulai menawarkan jasa menggendong barang.
“Sehari dapat Rp20.000 itu sudah untung. Dari penghasilan itu Rp14.000 untuk bayar ongkos bus pulang pergi ke rumah,” kata Suyatmi.
Rencananya, buruh gendong yang khatam mengaji sesuai tingkatan akan diwisuda. Mereka yang belajar Iqro’harus selesai pada jilid keenam. Sementara yang lancar mengaji, harus khatam 30 juz.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persija vs Persib tersaji di Liga 1 2026. Simak jadwal, line up, head to head, dan prediksi skor laga panas ini.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.