Sekolah Rakyat di Tengah Tren Penurunan Jumlah Anak, Ini Kata Pakar
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
Ilustrasi PPDB./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Tim panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 dari beberapa SMA di DIY mulai memahami secara detail Peraturan Kepala Disdikpora (Perka) DIY yang berisi petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan PPDB dengan sistem zonasi. Pemahaman itu harus dilakukan karena banyak aturan baru yang detailnya sangat rinci dalam jumlah banyak.
Kepala SMAN 1 Jogja Rudi Prakanto mengatakan sudah menyiapkan tim dari para guru berjumlah 20 orang dalam kepanitiaan PPDB 2018 di sekolahnya. Berbagai persyaratan sesuai ketetapan dalam juknis PPDB 2018 sebenarnya telah diunggah di website SMAN 1 Jogja, namun ternyata hal itu tidak cukup, karena ia menduga banyak masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh.
"Saat ini kami mematangkan pemahaman tim terhadap detail isi juknis. Karena nanti akan menjadi sangat rumit ketika pengambilan token dimulai, kami memverifikasi, mereka [pendaftar] harus tahu dia berada di zona mana dan akan mendaftar di mana," ungkapnya, Senin (21/5/2018).
Penguatan pemahaman tim itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kemungkinan adanya pendaftar yang belum memahami secara detail aturan tersebut. Saat ini ada tiga pilihan, misalnya pendaftar ke SMAN 1 Jogja bisa melalui jalur reguler bisa pilihan IPA, IPS dan prestasi, sehingga di satu sekolah saja sudah bisa memilih melalui tiga jalur.
"Itu baru satu sekolah, kalau pindah sekolah bisa lebih meriah [rumit] lagi," kata dia.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 6 Jogja Ahmad Fatoni mengatakan pemahaman komprehensif terhadap panitia PPDB di level sekolah sangat dibutuhkan. Pasalnya aturan PPDB zonasi 100% ini termasuk aturan yang sama sekali baru di DIY.
Penyatuan persepsi antarpanitia sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi pertanyaan dari masyarakat.
"Sehingga saat ini, kami masih memberikan pemahaman Perka tersebut, kami harus memastikam panitia di sekolah menguasai juknis secara rinci, itu kan banyak sekali sampai puluhan halaman [isi juknis]," ucap dia.
Ia mengatakan setelah mengkaji perka itu, dia menyimpulkan sistem zonasi adalah pengelompokan dan optimistis bisa dijalankan dengan baik. Selain itu, masih banyak kelurahan atau desa di luar Kota Jogja yang masuk ke zona satu di SMAN 6 Jogja sehingga persaingan akan lebih ketatdan nilai akhir, dalam hal ini hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tetap digunakan dalam proses seleksi.
"Karena kami tinggal melaksanakan ketentuan dari Disdikpora DIY, kami optimistis tidak ada yang menimbulkan masalah, maka tim kami benar benar harus menguasai perka sebagai kepanjangan tangan Disdikpora untuk turut serta menginformasikan kepada masyarakat," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam
Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap II pada 17 Agustus 2026. Sebanyak 33,24 juta keluarga akan menerima 30 kg beras untuk alokasi tiga bulan
Dopamine 3.0 menjadi jailbreak pertama yang mendukung iOS 26 dan iOS 26.0.1 setelah 326 hari. Namun fitur ini baru tersedia untuk perangkat Apple dengan chip A1