Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat (kiri) secara simbolis menyerahkan santunan tersebut kepada Walikota Jogja Haryadi Suyuti untuk diteruskan kepada penerima santunan di Gedung Ghra Pandawa Balaikota Jogja, Selasa (22/5/2018)./Harian Jogja-Wisnu Wardhana
Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 1.000 kaum dhuafa dari 14 kecamatan di Jogja mendapat santunan dana dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul dan Pemkot Jogja, Selasa (22/5/2018). Bantuan dana sebesar Rp150 juta bagi para dhuafa itu diserahkan di Gedung Ghra Pandawa Balaikota Jogja.
Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan pemberian santunan dengan melibatkan korporasi tersebut diharapkan bisa mendorong kegiatan serupa dari korporasi lainnya. Tujuannya adalah untuk menolong para dhuafa agar mereka tambah kuat. "Kalau semua bekerja sama, nantinya akan terbentuk masyarakat yang kuat.
Kalau setiap tahun setidaknya kami santuni 1000 dhuafa. Diharapkan jumlah dhuafa di Jogja bisa terus berkurang," katanya usai menerima santunan secara simbolis dari Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat.
Agar jumlah kaum dhuafa di Jogja terus berkurang, katanya, Pemkot akan terus membangun mental masyarakat agar suka memberi dibandingkan menerima bantuan. Alasannya, ajaran agama manapun memberikan nilai bahwa orang yang memberi lebih baik daripada yang menerima.
"Membangun mental dan nilai-nilai seperti ini paling sulit. Padahal ajaran manapun menegaskan orang yang memberi lebih baik daripada menerima. Harta orang yang suka memberi tidak akan berkurang," katanya.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat berharap pemberian santunan tersebut bisa bermanfaat bagi penerima untuk membantu sebagian kecil kebutuhan mereka menyambut lebaran. "Pemberian santunan ini merupakan kegiatan tahunan dari Sido Muncul sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya warga Jogja. Apalagi dalam bulan Ramadan sudah sepantasnya kita saling berbagi," katanya.
Menurutnya, eksistensi Sido Muncul sampai saat ini dikarenakan perusahaan jamu yang berdiri sejak 1951 ini dikelola dengan baik. Selain itu, keberadaan perusahaan jamu tersebut selama ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat. "Kalau tidak ada manfaatnya untuk masyarakat buat apa? Semoga apa yang kami lakukan selalu bermanfaat bagi masyarakat," katanya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp72.500 per kg, sedangkan telur ayam ras dijual Rp30.300 per kg.
Manajemen PSIM Jogja mengaku ingin kembali ke Stadion Mandala Krida, namun renovasi diperkirakan belum selesai musim depan.
PKS Bantul menggelar Milad ke-24 dengan bazar UMKM, layanan kesehatan gratis, dan santunan bagi masyarakat di Bantul.