Putusan MK Diikuti, MBG Dipisah dari Anggaran Pendidikan di APBN 2028
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat (kiri) secara simbolis menyerahkan santunan tersebut kepada Walikota Jogja Haryadi Suyuti untuk diteruskan kepada penerima santunan di Gedung Ghra Pandawa Balaikota Jogja, Selasa (22/5/2018)./Harian Jogja-Wisnu Wardhana
Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 1.000 kaum dhuafa dari 14 kecamatan di Jogja mendapat santunan dana dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul dan Pemkot Jogja, Selasa (22/5/2018). Bantuan dana sebesar Rp150 juta bagi para dhuafa itu diserahkan di Gedung Ghra Pandawa Balaikota Jogja.
Walikota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan pemberian santunan dengan melibatkan korporasi tersebut diharapkan bisa mendorong kegiatan serupa dari korporasi lainnya. Tujuannya adalah untuk menolong para dhuafa agar mereka tambah kuat. "Kalau semua bekerja sama, nantinya akan terbentuk masyarakat yang kuat.
Kalau setiap tahun setidaknya kami santuni 1000 dhuafa. Diharapkan jumlah dhuafa di Jogja bisa terus berkurang," katanya usai menerima santunan secara simbolis dari Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat.
Agar jumlah kaum dhuafa di Jogja terus berkurang, katanya, Pemkot akan terus membangun mental masyarakat agar suka memberi dibandingkan menerima bantuan. Alasannya, ajaran agama manapun memberikan nilai bahwa orang yang memberi lebih baik daripada yang menerima.
"Membangun mental dan nilai-nilai seperti ini paling sulit. Padahal ajaran manapun menegaskan orang yang memberi lebih baik daripada menerima. Harta orang yang suka memberi tidak akan berkurang," katanya.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat berharap pemberian santunan tersebut bisa bermanfaat bagi penerima untuk membantu sebagian kecil kebutuhan mereka menyambut lebaran. "Pemberian santunan ini merupakan kegiatan tahunan dari Sido Muncul sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya warga Jogja. Apalagi dalam bulan Ramadan sudah sepantasnya kita saling berbagi," katanya.
Menurutnya, eksistensi Sido Muncul sampai saat ini dikarenakan perusahaan jamu yang berdiri sejak 1951 ini dikelola dengan baik. Selain itu, keberadaan perusahaan jamu tersebut selama ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat. "Kalau tidak ada manfaatnya untuk masyarakat buat apa? Semoga apa yang kami lakukan selalu bermanfaat bagi masyarakat," katanya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
Cakupan UHC Bantul turun tipis menjadi 98,67 persen pada Juli 2026. Dinkes memastikan angka tersebut masih di atas target minimal 98 persen dengan dukungan angg
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun
Warga Kalidadap, Selopamioro, Imogiri, Bantul harus menyedot air dari Sendang Wonosari saat kemarau. Sumur mengering dan jaringan air bersih belum menjangkau.
Pemkab Bantul menyiapkan strategi memenuhi batas belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027 dengan meningkatkan PAD, menerapkan zero minus growth ASN, dan mem
Belanja pegawai Sleman dalam APBD 2026 masih mencapai 32,36 persen. BKAD menyiapkan strategi pengendalian belanja dan peningkatan PAD untuk memenuhi batas 30.