Lansia yang mengungsi di Balai Desa Glagaharjo sedang mengunyah kinang pada (24/5/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, JOGJA - Balai Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengatakan saat aktivitas Gunung Merapi landai seperti hari ini, meskipun mobilisasi pengungsi masih tinggi, jumlah pengungsi yang turun ke posko saat dua erupsi terakhir cenderung menurun dibanding dengan erupsi pertama.
Kepala BPBD DIY Biwara Yuswatana mengatakan, saat erupsi pertama pengungsi yang turun ada sekitar 1000 orang. "Erupsi terakhir dini hari kemarin, yang turun ke posko hanya sekitar 700. Yang ke Tritis 500, yang ke Glagah Harjo sekitar 200. Berarti sudah berkurang," kata Biwara saat dihubungi Harianjogja.com, Jumat (25/5/2018).
Lebih jauh Biwara mengatakan, saat ini banyak pengungsi yang sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun, jika kembali ada erupsi, Biwara mengatakan, BPBD DIY tetap waspada menyediakan posko sampai waktu yang belum ditentukan.
Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Sleman sampai pemantauan (24/5/2018) pada pukul 22.56 WIB, sudah ada 370 warga yang mengungsi. Dengan rincian, pengungsi yang menempati SD Sanjaya Tritis sebanyak 98 orang, di Rumah Heru Susanto sebanyak 71 orang, dan di Balai Desa Glagaharjo sebanyak 201 orang.
Kepala Urusan Pemerintahan Desa Glagaharjo Heri Prasetyo mengatakan, selama empat hari di Balai Desa Glagaharjo yang tetap masih mengungsi adalah usia rentan.
"Kalau yang masih bertahan selama empat hari itu yang usia rentan, sedangkan yang lainnya ada di tempat tinggalnya masing-masing, dan terkadang ketika senggang, menengok anak dan keluarganya ke balai desa," jelas Heri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.