Gunung Merapi Waspada, Selasa (22/5/2018)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA-Setelah serangkaian erupsi terjadi sejak Senin (21/5/2018) hingga Kamis (24/5/2018), dua hari terakhir aktivitas Gunung Merapi cenderung landai. Terpantau tidak ada letusan sejak Jumat. Meski begitu, status gunung itu masih tetap waspada.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, aktivitas Gunung Merapi pada Sabtu (26/5/2018) tidak menunjukkan perubahan signifikan dengan yang sebelum-sebelumnya.
BPPTKG akan terus mengevaluasi perkembangan kondisi Gunung Merapi. Jika tidak ada lagi terdeteksi erupsi dan kegempaan cenderung menurun, status akan diturunkan kembali jadi normal. Tapi, Hanik menyatakan penurunan status tidak bisa dipastikan kapan.
“Enggak bisa menentukkan secara eksak waktunya kapan. Yang jelas kami evaluasi terus data-data yang ada,” ujar Hanik melalui sambungan telepon.
Setelah terjadi erupsi cukup besar pada 2010 lalu, status Gunung Merapi sempat dinaikkan jadi waspada pada 2014 lalu. Tapi, setelah adanya penurunan kegempaan, status dikembalikan jadi normal.
Hanik mengungkapkan, kondisi ketika itu berbeda dengan saat ini. Pada 2014 status dinaikkan karena data seismik menunjukkan peningkatkan, tanpa disertai erupsi sama sekali.
“Ini lebih kompleks. Makanya kita tunggu saja perkembangannya seperti apa.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.