Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Warzanah dan cucunya, Cahyo Agung Wibowo./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Usianya sudah sembilan tahun, tetapi Cahyo Agung Wibowo belum bisa bicara. Jalannya masih merangkak, bahkan untuk makanpun masih harus disuap. Cahyo tinggal bersama neneknya Warzanah, yang berusia 58 tahun di Dusun Kedung Buweng RT004, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul. Warzanah merupakan salah satu keluarga miskin di dusun tersebut. Ia tercatat sebagai penerima bantuan beras sejahtera (rastra).
Warzanah tinggal berdua bersama Cahyo di rumah sederhana dengan dinding kayu dan lantai tanpa keramik. Dalam bangunan berdimensi sekitar 7 x 9 meter itu, listrik hanya digunakan untuk menghidupkan lampu dan mengisi daya telepon genggam yang baru dibelinya bebrapa hari lalu. Tidak ada televisi atau benda elektronik lainnya.
Sehari-hari Warzanah berjualan serbuk daun kelor sebagai obat yang ia racik sendiri. Obat itu ia pasok ke warung-warung. Tiap hari Minggu ia mencari penghasilan tambahan dengan berjualan minuman di kompleks Makam Raja Mataram Imogiri.
Selama Ramadan ini, ia yang ditinggal suaminya setahun lalu itu juga harus mencari penghasilan tambahan dengan berjualan pecel sayur di Pasar Imogiri. Setiap hari Warzanah berjalan kaki saat berjualan. "Kadang naik ojek," kata Warzanah di rumahnya, Jumat (25/5/2018).
Warzanah sebenarnya punya lima orang anak, tetapi empat anaknya sudah menikah dan tinggal mandiri jauh dari rumahnya. Seorang anak yang belum menikah juga bekerja di luar kota dan jarang pulang.
Warzanah tidak khawatir dengan kondisi hidupnya. Namun ia khawatir dengan kesehatan cucunya, Cahyo, yang sering ia tinggalkan sendiri ketika ia harus mencari uang.
Cahyo merupakan cucu dari anak kedua, Agung Sedayu dan menantunya Rusmiyati yang kini tidak jelas keberadaannya. Cahyo ditinggalkan begitu saja oleh kedua orang tuanya ketika anak itu berusia lima tahun. "Anak saya kabur meninggalkan surat. Katanya mau mencari nakah di Jakarta dan berjanji akan mengirimkan uang untuk biaya Cahyo," kata Warzanah.
Namun janji yang disampaikan melalui sepucuk surat itu tidak direalisasikan. Warzanah mulai benci dengan anak keduanya itu, karena telah menelantarkan darah dagingnya. Tidak hanya itu, Warzanah juga tidak habis pikir anaknya tega membebani ibunya sendiri yang sudah berusia lebih dari setengah abad.
Dengan segala keterbatasan, Warzanah akhirnya mulai terbiasa dengan cucunya itu. Namun Warzanah bingung dengan kondisi cucunya yang hingga kini belum dapat berjalan dan berbicara. Untuk makan juga harus disuapi karena jarinya tidak bisa menggenggam benda. "Kalau mau makan atau minum tandanya menangis, kalau sudah disuapi diam," ucap dia.
Ia sempat membawa Cahyo ke rumah sakit, tetapi hingga kini belum mendapat kepastian sakit apa yang dialami cucunya tersebut. Warzanah berencana membawa lagi cucunya ke rumah sakit tetapi belum ada dana yang cukup.
Ketua RT004 Kedung Buweng Irwan Rudianto mengatakan Warzanah termasuk keluarga miskin. Janda lima anak itu juga harus terbebani mengurus cucunya yang butuh perawatan ekstra. Irwan mengaku warga sekitar juga tidak tahu kelainan yang diderita Cahyo.
Pihaknya hanya bisa membantu mempermudah proses pengurusan surat-surat agar Warzanah dapat mengakses berbagai bantuan, termasuk bantuan pengobatan bagi Cahyo. Belum lama, Cahyo dapat akta kelahiran. "Bantuan pengobatan baru sekadarnya dari per orangan, kalau dari pemerintah belum ada," ujar Irwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Ketahui 4 ciri hewan kurban yang tidak sah menurut syariat Islam agar ibadah kurban Anda diterima dan sesuai ketentuan.
Umat Buddha Kulonprogo gelar Tribuana Manggala Bakti di Sungai Mudal sebagai rangkaian Waisak 2026 dengan konsep ekoteologi dan pelestarian alam.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.