WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Komunitas Gegojekan Lintas Difabel (GLD) DIY, menggelar kegiatan di kantor Kelurahan Patangpuluhan, Sabtu (15/2/2025)./ist Patangpuluhan
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Patangpuluhan, Kemantren Wirobrajan, Jogja berkomitmen untuk ramah pada difabel, terutama di pada gedung kantor kelurahan. Hal ini ditandai dengan disediakannya beberapa fasilitas pendukung untuk akses difabel.
Sejak dirancang pembangunannya di lahan baru di Jalan Lokananta No. 3, sudah direncanakan bahwa Kantor Kelurahan Patangpuluhan ramah terhadap kelompok afirmatif, yaitu lansia, anak dan difabel. Hal ini ditandai dengan penyediaan jalur khusus bagi pengguna kursi roda dengan pegangan.
Demikian pula dengan pegangan pada toilet khusus di ruang dalam. Di samping itu, halaman parkir yang cukup luas dan ruang pertemuan pendopo Patmajaya yang merupakan akronim Patangpuluhan Maju, Sejahtera dan Berbudaya, diharapkan menunjang keleluasan masyarakat beraktivitas untuk kegiatan anak, lansia dan penyandang disabilitas.
Komitmen ini dibuktikan dengan dipakainya Pendopo Patmajaya, Kelurahan Patangpuluhan untuk tempat ajang silaturahmi dan perayaan ulang tahun komunitas Gegojekan Lintas Difabel (GLD) DIY, Sabtu (15/2/2025). Acara utama bertatap muka, berbincang dan hiburan, untuk saling mendukung dan mendukung di antara difabel.
Lurah Patangpuluhan, Achmad Asranur Arifin, mengucapkan selamat datang kepada para difabel yang hadir. “Kelurahan Patangpuluhan selalu terbuka dan mengizinkan fasilitas yang ada digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang positif,” katanya.
Di samping GLD, dua perkumpulan difabel lain yang sering menggunakan fasilitas ruang pertemuan pendopo Patmajaya adalah Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI).
Sejak tiga tahun terakhir, mereka sering menyelenggarakan pertemuan rutin, pengajian, buka bersama dan syawalan di kantor Kelurahan Patangpuluhan. Meskipun masih jauh dari sempurna, langkah ini menjadi awal bagi Pemerintah Kelurahan Patangpuluhan dan warganya, untuk lebih memperhatikan kelompok difabel.
“Untuk mewujudkan cita-cita kantor ramah kelompok afirmasi tentu butuh banyak upaya yang harus dilakukan, termasuk penganggaran dan pendampingan dari lembaga terkait,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Pemerintah menyiapkan akses tol untuk Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang guna mendukung manufaktur kendaraan listrik nasional.
BI dan pemerintah memperkuat GPIPS untuk mengendalikan inflasi pangan dan mengantisipasi dampak El Nino di berbagai wilayah Indonesia.
PGRI menyampaikan persoalan kekurangan guru di DIY hingga pengangkatan guru honorer saat audiensi dengan Wakil Gubernur DIY.
Bandara Husein Sastranegara kembali beroperasi mulai Agustus 2026 untuk melayani penerbangan domestik dan regional internasional.
BI mempertahankan BI Rate 5,75% pada Juli 2026. Airlangga berharap sektor riil dan pertumbuhan kredit tetap bergerak.