Dropping Air DInilai Kerap Salah Sasaran, Ini yang Harus Dilakukan

Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara Rabu, 30 Mei 2018 15:20 WIB
Dropping Air DInilai Kerap Salah Sasaran, Ini yang Harus Dilakukan

Ilustrasi warga mengambil air di sumber mata air karena kekeringan./Harian Jogja-Kusnul Isti Qomah

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah daerah di DIY mulai memasuki musim kemarau, termasuk Gunungkidul. Secara bertahap akan semakin banyak desa yang memerlukan pengedropan air.

Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap air bersih, membuat Pemkab Gunungkidul tak boleh melakukan kesalahan saat mengedrop air. Karena itulah, Pemkab diharapkan lebih melibatkan pemerintah desa dalam upaya itu.

“Agar dropping air bisa tepat sasaran,” kata Kepala Desa Tileng, Kecamatan Girisubo, Supriyadi kepada Harian Jogja, Rabu (3/5).

Berkaca pada tahun lalu, Supriyadi tak menampik banyak bantuan yang justru tidak tepat sasaran. “Misalnya ada wilayah yang benar-benar kekeringan tapi malah enggak dapat, sementara wilayah yang masih bisa ditanggulangi sendiri justru dapat berkali-kali,” kata dia.

Itulah kenapa lantas dia menilai peran pemerintah desa menjadi sangat penting. Pasalnya yang lebih tahu pemetaan wilayah mana saja terdampak kekeringan adalah desa yang bersangkutan. “Harusnya ada koordinasi dulu dengan pemerintah desa. Jangan asal dropping," ucap Supriyadi.

Sebagai catatan, Desa Tileng menjadi salah satu wilayah terparah akibat kekeringan pada 2017 lalu. Salah satu telaga di desa itu bahkan kering dan warga hanya mengandalkan air dari tangki. Akibatnya sejumlah warga pada saat itu harus menjual harta bendanya untuk membeli tangki air.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online